Kisah Wayan Kunak, Pencari Kepiting yang Tangkapannya Menurun Sejak Bakau Tercemar

Air tampak mengalir lambat di sela-sela pohon mangrove yang berada di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai

Kisah Wayan Kunak, Pencari Kepiting yang Tangkapannya Menurun Sejak Bakau Tercemar
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Wayan Kunak saat menujukkan hasil tangkapan udang di kawasan Taruha Ngurah Rai, Suwung, Denpasar pada Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Air tampak mengalir lambat di sela-sela pohon mangrove yang berada di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai.

Warna air itu juga terlihat keruh berwarna coklat kehitaman, membuat mata tak sedap memandangnya.

Tribun Bali cukup terkejut saat berjalan menyisiri hutan bakau yang dijadikan objek wisata di kawasan Suwung Kauh Kota Denpasar tersebut, nampak seorang pria berendam di kubangan air yang keruh itu.

Ia membenamkan dirinya hampir setinggi dada seraya memasukkan tangannya ke dasar sungai.

Saat tangannya bergerak di bawah air, pasir-pasir kehitaman nampak naik menyebabkan warna air kian keruh.

Setelah naik dari kubangan, Tribun Bali pun berkenalan dengan pria itu.

Ialah Wayan Kunak.

Lelaki 64 tahun itu mengaku tengah mencari udang menggunakan tangan kosong.

Ia berhasil menjerat tiga buah udang.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved