AirNav Harapkan Pembangunan 2 RET Baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Dapat Segera Terealisasi

AirNav Indonesia Cabang Denpasar berharap pada tahun 2019 mendatang slot penerbangan bandara Ngurah Rai meningkat

AirNav Harapkan Pembangunan 2 RET Baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Dapat Segera Terealisasi
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana landasan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang tengah dilakukan pengembangan perluasan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – AirNav Indonesia Cabang Denpasar berharap pada tahun 2019 mendatang slot penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkat menjadi 35 slot penerbangan per jam.

Hal tersebut diharapkan dapat terwujud dengan adanya dan realisasi penambahan dua rapid exit taxiway (RET) baru, perluasan apron dan perluasan landasan pacu ke arah barat di bandara tersibuk ke tiga di Indonesia ini. 

Dimana saat ini terdapat dua rapid exit taxiway di Bandara I Gusti Ngurah Rai, jika ada penambahan lagi tentu dapat mengurangi antrean pesawat.

“RET akan membantu memperkecil waktu penggunaan landasan yang akan mengakibatkan pada penambahan kapasitas landasan dan berdampak pada peningkatan slot, yang tentunya bisa meningkatkan jumlah penerbangan yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai. Utamanya penambahan international flight untuk pendukung program pemerintah,” jelas General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar, Rosedi, Sabtu (24/11/2018).

RET adalah jalan yang menghubungkan landasan pacu (runway) dengan rancangan sudut yang tajam untuk memungkinkan pesawat yang mendarat dapat segera keluar dari landasan pacu, pada tingkat kecepatan yang masih tinggi untuk masuk ke apron atau pelataran pesawat.

RET ini dibuat khusus agar pesawat keluar dari landasan pacu dengan cepat begitu mendarat dengan kecepatan tinggi lalu masuk ke apron, namun saat ini masih pelan-pelan karena hanya ada dua RET dan kemiringannya pun 90 derajat. 

“Awalnya ada yang sudutnya 90 derajat berubah menjadi 30 derajat, umpama jadi, begitu keluar dengan kecepatan tinggi masih bisa dan langsung menuju apron. Kalau 90 derajat kan harus berhenti sebentar dan pelan-pelan menuju ke apron-nya,” imbuhnya.

Dengan masuk ke apron pesawat dengan pelan-pelan itu, membuat kapasitas di landasan pacu menjadi terbatas sedangkan pesawat yang akan mendarat dan tinggal landas cukup banyak.

“Untuk itu perlu dilakukan penambahan RET agar dapat mengakomodasi pergerakan pesawat sehingga meminimalkan antrean pesawat,” tuturnya.

PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai berencana menambah RET dari dua landasan menjadi empat landasan RET.

Tahap perencanaan pengembangan RET itu sudah dilakukan oleh pihak Angkasa Pura I dan saat ini masih dalam proses pelaksanaan.

“Ditargetkan tahun depan sudah selesai terealisasi dan dapat di gunakan,” ucap Communication and Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim saat dikonfirmasi terpisah.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved