Lahan Pertanian di Kota Denpasar Hanya Tersisa 21.07 Persen

Saat ini jumlah lahan pertanian di Kota Denpasar hanya seluas 2.693 hektar dari 12.778 hektar luas wilayah Kota Denpasar

Lahan Pertanian di Kota Denpasar Hanya Tersisa 21.07 Persen
Tribun Bali/Putu Supartika
(Ilustrasi) Ketua Majelis Madia Subak Kota Denpasar, I Wayan Jelantik mengatakan, luas lahan pertanian di Denpasar hanya 21.07 persen dari luas keseluruhan Kota Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini jumlah lahan pertanian di Kota Denpasar hanya seluas 2.693 hektar dari 12.778 hektar luas wilayah Kota Denpasar.

Jika dipresentasekan maka luas lahan pertanian yang ada yaitu 21.07 persen dari luas wilayah Kota Denpasar.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Madia Subak Kota Denpasar, I Wayan Jelantik dalam temu wirasa pakaseh se-Kota Denpasar, Jumat (23/11/2018) kemarin, di Wantilan Renon, Denpasar.

Ia mengatakan, permasalahan pelestarian subak di Kota Denpasar saat ini yaitu alih fungsi lahan yang menjadi tempat pemukiman.

Disamping itu banyak aliran irigasi persubakan telah ditimbun sehingga tidak bisa lagi mengerjakan lahan pertanian.

"Saat ini jumlah lahan pertanian di Kota Denpasar seluas 2.693 hektar dari 12.778 hektar luas wilayah Kota Denpasar. Kami berharap kedepannya keberadaan subak ini akan terus lestari meski di tengah kemajuan pembangunan di Kota Denpasar," kata Jelantik.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Mataram mengatakan saat ini jumlah subak yang ada di Kota Denpasar sebanyak 42 subak.

Untuk menghambat alih fungsi lahan, diharapkan subak di Kota Denpasar mempunyai awig-awig (aturan) tentang alih fungsi.

"Karena dalam awig-awig diatur bahwa lahan subak bisa dijual belikan namun tetap fungsinya sebagai lahan pertanian. Hal ini telah berlaku di subak Uma Layu, Uma Dwi, dan Uma Desa. Subak ini telah dijadikan subak lestari dengan penataan seperti pembuatan jogging track," katanya.

Hal ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sehingga membangkitkan perekonomian masyarakat petani.

Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara menambahkan, Kota Denpasar sebagai kota besar mempunyai berbagai tantangan seiring dengan tingginya kaum urban yang datang ke kota ini, yang membawa dampak signifikan terhadap alih fungsi lahan yang berpengaruh terhadap pelestarian subak.

Untuk menghambat laju alih fungi lahan, khususnya lahan pertanian di Kota Denpasar perlu mendapat masukan dari para pelaku pertanian, seperti pekaseh dengan seresehan seperti ini.

Melalui seresehan ini diharapkan dapat masukan terhadap permasalahan yang dihadapi dalam melestarikan subak. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved