Lestarikan Tradisi Lisan Bagi Anak-anak Sebagai Penerus Bangsa

Di tengah perkembangan jaman seperti sekarang ini, generasi muda termasuk anak-anak kesehariannya tidak bisa dipisahkan dari gadget (gawai).

Lestarikan Tradisi Lisan Bagi Anak-anak Sebagai Penerus Bangsa
Istimewa
Pembukaan Festival Tradisi Lisan Makakawin dan Mapalawakya Tingkat SMA/SMK se-Bali, Sabtu (24/11/2018) di Auditorium Widya Sabha Mandala Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah perkembangan jaman seperti sekarang ini, generasi muda termasuk anak-anak kesehariannya tidak bisa dipisahkan dari gadget (gawai).

Padahal, sebagai generasi muda harusnya semakin giat untuk belajar, karena mereka nantinya sebagai generasi penerus bangsa.

Salah satu upaya yang harus dilestarikan sehingga anak-anak bisa belajar yakni dengan melestarikan tradisi lisan.

Adapun yang dimaksud dengan tradisi lisan adalah tuturan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat, seperti sejarah lisan, dongeng, rapalan, pantun, dan cerita rakyat.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali, I Made Dharma Suteja, SS, M. Si mengajak generasi muda untuk melestarikan tradisi lisan tersebut yang diantaranya seperti kakawin dan palawakya.

Baginya, pelestarian tradisi lisan seperti makakawin dan mapalawakya sangat penting utamanya untuk anak-anak sebagai penerus bangsa.

Selain sebagai upaya melestarikan warisan leluhur yang adiluhung, jelasnya, kakawin dan palawakya juga menjadi panuntun atau "suluh" di dalam kehidupan.

“Makakawin dan mapalawakya termasuk tradisi lisan. Tradisi lisan bagian dari 10 objek pemajuan kebudayaan sesuai Undang Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” kata Kepala BPNB Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kasubbag TU BPNB Bali, I Wayan Suca Sumadi, SH pada acara Festival Tradisi Lisan Makakawin dan Mapalawakya Tingkat SMA/SMK se-Bali, Sabtu (24/11/2018) di Auditorium Widya Sabha Mandala Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud).

Festival ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Himaprodi Sastra Jawa Kuna FIB Unud bekerja sama dengan BPNB Bali.

Kegiatan Festival Tradisi Lisan Makakawin dan Mapalawakya Tahun 2018 dibuka oleh Wakil Dekan II FIB Unud, Drs. I Gede Nala Antara, M.Hum didampingi Ketua Prodi Sastra Jawa Kuno, Dr. Drs. I Ketut Jirnaya, M. Si.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved