Musim Panen Raya, Ekspor Manggis ke China Meningkat Hingga 16 Ton Perhari

Sejumlah karyawan perusahaan eksportir membersihkan manggis dari kutu putih dan semut sebelum diekspor ke China

Musim Panen Raya, Ekspor Manggis ke China Meningkat Hingga 16 Ton Perhari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Proses pengemasan manggis yang akan diekspor ke China, Minggu (25/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah karyawan perusahaan eksportir membersihkan manggis dari kutu putih dan semut sebelum diekspor ke China, di Jalan Gatsu Barat, Denpasar, Minggu (25/11/2018).

Volume ekspor manggis ke China meningkat hingga 2.000 persen menjadi 16.000 kilogram atau 16 ton per hari lantaran telah memasuki musim panen raya.

Salah satu pelaku eksportir manggis, mengatakan permintaan kiriman buah ke China sangat besar.

Pihaknya kerap kali tidak mampu memenuhi permintaan ekspor karena terkendala minimnya produksi. 

Saat ini manggis memasuki musim panen raya.

Sehingga ekspor manggis dapat terus ditingkatkan.

Clara Maulanda Iskandar, salah satu petugas Quality Control PT Narendra Mandara Sukses mengatakan, walaupun eskpor meningkat, pihaknya tetap mengedepankan kualitas.

Sebab kecacatan pengiriman akan mempengaruhi penilaian buyer.

Kata dia, untuk mempertahankan kualitas manggis dan meningkatkan ekspor, pihaknya mempekerjakan 200 pekerja.

Para pekerja dibagi berdasar shift-shift tertentu untuk mengecek kualitas produk.

Bahkan, untuk mempertimbangkan pengiriman buah yang tetap segar, pabrik pengemasan dan pemrosesan bekerja selama 24 jam penuh.

“Karena permintaan dari China harus bersih, bebas dari organisme dan hama pengganggu,” katanya. (*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved