Peringati Maulid, Danlanal Denpasar Ajak Teladani Akhlak Nabi yang Berjiwa Pemimpin dan Sederhana

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2018 M

Peringati Maulid, Danlanal Denpasar Ajak Teladani Akhlak Nabi yang Berjiwa Pemimpin dan Sederhana
Pen Lanal Denpasar
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Sabilul Hidayah Pangkalan TNI AL Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali, Sabtu (24/11/2018) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komandan TNI AL'>Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2018 M, di Masjid Sabilul Hidayah TNI AL'>Pangkalan TNI AL Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali, dengan Ketua Panitia Dandenpomal Lanal Denpasar Mayor Laut (PM) Andi Risal, dan penceramah KH. Thoha Muntaha Abdul Manan dari Pondok Pesantren Krikilan Glenmore Banyuwangi, Sabtu (24/11/2018) kemarin.

Dalam sambutannya, Danlanal mengambil tema “Jadikan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2018 M Sebagai Suri Teladan Bagi Prajurit dan PNS TNI Yang Berjiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Manunggal dengan Rakyat”.

Ia mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sejatinya adalah upaya untuk mengingat kembali suri tauladan yang telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW kepada umatnya.

“Kita tentunya berharap dapat mengikuti sunah tersebut dengan istiqomah, karena pada diri dan kehidupan keseharian Rasulullah SAW memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.

Sebagai insan prajurit Sapta Marga, pihaknya selalu berusaha untuk meneladani sikap dan kepribadian junjungan umat muslim Nabi Besar Muhammad SAW.

Ditambahkannya, kepribadian Nabi Besar Muhammad SAW dapat dijadikan sebagai sarana peningkatan pembinaan moral dan disiplin prajurit TNI.

Lebih lanjut Danlanal mengatakan, sudah seharusnya kita dapat menauladani kesederhanaan Nabi Muhammad SAW. 

"Walaupun beliau adalah seorang pemimpin besar umat manusia di dunia, namun dimanapun berada, beliau selalu menampilkan pola hidup sederhana. Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat Islam selalu menekankan pada pembangunan akhlak yang mulia. Artinya, selain hubungan manusia dengan Allah SWT, Rasulullah SAW juga menginginkan para umatnya membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia,” tegas Danlanal.

Pada kesempatan yang sama, K.H. Thoha Muntaha mengatakan bahwa ada beberapa aspek yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk membangun masyarakat sejahtera, salah satunya adalah aqidah dan kalau aqidah manusia itu baik, hidupnya pasti baik.

“Untuk memperkokoh aqidah, perbanyaklah salat malam seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW setiap malam,” ucapnya.

Tidak ada ubahnya seperti cerita pewayangan yaitu lahirnya Tutuko (nama kecil Gatutkaca), yang digembleng di kawah Candra Dimuka untuk menjadikan kesatria yang tangguh demi membela tegaknya kebenaran sama halnya dengan prajurit TNI.

"Mari para Prajurit Sapta Marga, kita bangun tengah malam untuk salat memanjatkan kepada Allah SWT, untuk kebaikan diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai bersama, itu semua sama halnya kita digembleng dalam kawah Chandra Dimuka dalam arti yang sebenarnya dalam kehidupan ini,” tandasnya.

Lebih jauh Ustadz Thoha menyampaikan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus lebih dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan peran umat Islam menuju Islam yang rahmatan lil alamin atau Islam yang memberi rahmat bagi semesta alam.

"Untuk itulah kita perlu membangun tatanan peradaban Islam yang peduli, tatanan peradaban Islam yang menebarkan perdamaian sekaligus tatanan peradaban Islam yang menebarkan keadilan dan toleransi“ ucapnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved