Tonny Akui Bali Prison Musik Festival Berawal dari Bincang Santai Antara Kalapas dan Karutan

Bali Prison Musik Festival yang diadakan di Lapas Kelas II A Kerobokan, disambut meriah oleh para peserta maupun tamu undangan

Tonny Akui Bali Prison Musik Festival Berawal dari Bincang Santai Antara Kalapas dan Karutan
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Acara Bali Prison Musik Festival di Aula Lapas Kerobokan pada Sabtu (24/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bali Prison Musik Festival yang diadakan di Lapas Kelas II A Kerobokan, disambut meriah oleh para peserta maupun tamu undangan yang hadir, Sabtu (24/11/2018) kemarin.

Bali Prison Musik Festival melombakan berbagai band dan musisi dari warga binaan lapas maupun rutan se-Bali.

Juri yang dipilih pun tidak main-main, seperti  Jerinx drummer SID, Erick Est Movie Maker, Anom Darsana Produser dan Management Antrabez, serta beberapa juri lainnya.

Uniknya, menurut Kalapas Kelas II A Kerobokan, Tonny Nainggolan, acara ini berawal dari obrolan ringan antara kalapas dan karutan.

"Awalnya kita ya membicarakan hal yang tidak serius, waktu kita berada di kantor wilayah bersama Kalapas dan Karutan. Akhirnya tertarik untuk membuat kegiatan festival seperti ini," ujarnya.

Ditambahkannya, acara ini sempat diundur beberapa kali sebelum akhirnya digelar pada Sabtu (24/11/2018) kemarin.

"Kita sempat bicarakan ke kantor wilayah, akhirnya kegiatan ini serius dibuat dan akan dibuat untuk memperingati HUT Kemenkumham. Tetapi karena banyak pertimbangan pada waktu itu, sehingga mundur di Hari Pahlawan. Namun pada Hari Pahlawan ternyata ada kegiatan yang berbenturan. Akhirnya diputuskan hari ini pada tanggal 24 November 2018, dijadikan hari pelaksanaan Bali Prison Musik Festival ini," jelasnya.

Setelah dipastikan digelar Sabtu (24/11/2018) kemarin, Tonny kemudian berkomunikasi dengan Kalapas dan Karutan seluruh Bali untuk ikut memeriahkan acara yang pertama kali diadakan ini.

Menurut Tonny, acara ini sudah dipersiapkan selama dua bulan setelah hasil koordinasi dengan beberapa pihak dalam menyukseskan acara, dan terdaftar ada 13 grup band yang ikut meramaikan masing-masing dari 10 Lapas dan Rutan yang ada di Bali.

"Kita mengharapkan festival seperti ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia. Jadi yang juara di Bali bisa ikut kompetisi sampai tinggat nasional. Selain itu, yang juara bisa dibina ke arah profesional," tambahnya.

Pemenang akan mendapatkan uang binaan, plakat juara, kesempatan rekaman di Antida Musik Production, serta mendapat  kesempatan untuk dibuatkan video klip oleh Erick Est.

Lapas Kerobokan  menampilkan dua grup band dan satu musisi, yaitu The Tower Band, Reno Pratama, dan MoreFame yang merupakan musisi dari Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar.

Kegiatan semakin semarak dengan kehadiran Antrabez Band yang digawangi warga binaan Lapas Kerobokan.

Antrabez Band yang dibina dan disponsori Antida Music Production tumbuh menjadi band profesional.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved