Cek Thalassaemia Sebelum Nikah, Program Pemeriksaan Digelar Mulai Tahun 2019

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengharapkan kepada para remaja yang belum menikah agar memeriksakan dirinya dari penyakit thalassaemia

Cek Thalassaemia Sebelum Nikah, Program Pemeriksaan Digelar Mulai Tahun 2019
Kompas.com
Ilustrasi pernikahan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengharapkan kepada para remaja yang belum menikah agar memeriksakan dirinya dari penyakit thalassaemia.

Dikatakannya, thalassaemia merupakan salah satu penyakit autoimun yang terjadi karena faktor gen dan bisa diturunkan.

Adapun gejala utama penyakit ini adalah muka terlihat pucat, perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati, dan apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit jadi menghitam.

Maka dari itu, kata Suarjaya, penting melakukan pemeriksaan kesehatan pada remaja, sebelum menikah, sebab kalau ada salah satu gen yang kecenderungan terjangkit thalassaemia kawin dengan pasangan yang mempunyai gen yang sama, maka kemungkinan besar muncullah penyakit itu pada anaknya.

“Pemeriksaan kesehatan sebelum nikah itu sangat penting, maka kita akan canangkan program pemeriksaan thalassaemia pada remaja. Program ini akan dimulai tahun 2019 karena sudah menjadi program dari Kementerian Kesehatan,” ungkap Suarjaya saat ditemui di Lapangan Renon Denpasar, pada Minggu (25/11/2018).

Selain thalassaemia, lanjut dia, yang mesti diwaspadai adalah penyakit Diabetes, di mana penderitanya semakin tinggi di Indonesia, termasuk di Bali.

Penderita diabetes di Bali antara 1,2 sampai 1,5 persen dari jumlah penduduk.

“Cukup tinggi, dan trend kecenderungan untuk meningkat sangat besar karena pola perilaku konsumsi kita. Faktor genetik memang ada, tapi dari faktor perilaku lebih banyak, seperti makanan, aktivitas fisik yang kurang. Ini menyebabkan penyakit-penyakit tidak menular termasuk diabetes,” terangnya.

Menurutnya, upaya pencegahan dilakukan melalui program Germas, diantaranya, adalah dengan pemeriksaan kesehatan, kedua, makan makanan yang sehat, dan ketiga, melakukan gerakan fisik.

Dilihat dari data konsumsi makanan penduduk Bali itu 93,5 persen kurang makan sayur dan buah.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved