Ida Pedanda Made Rai Berpulang, Gus Suarjaya: Ratu Peranda, Durusang Mamargi Becik

Pandita asal Gria Losan, Banjar Brahmana Bukit Bukit, Bangli, itu meninggal akibat penyakit bronchitis yang telah diderita sejak dua tahun terakhir.

Ida Pedanda Made Rai Berpulang, Gus Suarjaya: Ratu Peranda, Durusang Mamargi Becik
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Anak Pertama Ida Pedanda Made Rai, Ida Bagus Suarjaya (kanan) bersama Ida Pedanda Nyoman Gde Manuaba (kiri) selaku sisya (murid) ke-9 Ida Pedanda, Minggu (25/11/2018)      

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sempat keluar masuk rumah sakit, hingga akhirnya dilarikan ke RSUP Sanglah, Ida Pedanda Made Rai akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada usia 89 tahun. 

Pandita asal Gria Losan, Banjar Brahmana Bukit Bukit, Bangli, itu meninggal akibat penyakit bronchitis yang telah diderita sejak dua tahun terakhir.

Ditemui Minggu (25/11), anak pertama Ida Pedanda Made Rai, yaitu Ida Bagus Suarjaya mengenang bahwa ayahnya merupakan sosok pribadi yang ulet.

Di luar kesibukan melayani sisya (murid) yang tangkil, Ida Pedanda kerap mengerjakan berbagai kegiatan seperti bersih-bersih, dengan alasan sekedar mencari keringat.

Bahkan, diakui Suarjaya, dirinya kerap berdebat dengan sang ayah, hanya karena kebiasaan Ida Pedanda untuk sekedar mencari keringat.

“Padahal beliau sudah lingsir, boleh dibilang jalan saja sudah bungkuk. Namun ada saja yang dikerjakan beliau. Seperti merapikan kayu, maupun merapikan anggrek, pokoknya rumah beliau bersih. Saya sudah sempat memberitahu bahwa beliau sudah tua, sudah renta sehingga tidak musti ambil pekerjaan. Namun kata beliau, ‘wong saya cari keringat. Kalau saya ndak kerja berarti nggak ada keringat. Memang kamu mau saya mati lebih cepat?’, daripada dilanjut dan berantem, yasudah saya beritahu (keluarga) yang lain saja untuk memberi tau Ida,” kenang Suarjaya.

Ida Pedanda Made Rai merupakan anak pertama dari enam bersaudara, buah dari pasangan Ida Pedanda Putu Kaler dengan Ida Pedanda Made Rai yang lahir pada tahun 1929.

Semasa hidupnya, Ida Pedanda Made Rai merupakan seorang laki-laki yang rajin.

Bahkan sejak lulus jenjang SMP, ia sempat merantau ke SLUA Saraswati Denpasar untuk melanjutkan pendidikan.

Keterbatasan dari segi ekonomi, membuat Ida Pedanda tidak bisa melanjutkan pendidikannya hingga tamat, dan terpaksa pulang ke Bangli.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved