Antasari Azhar Yakin Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan Segera Ditangkap

Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan diyakini oleh mantan Ketua KPK Antasari Azhar akan segera terungkap

Antasari Azhar Yakin Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan Segera Ditangkap
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar, di Badung, Bali, Senin (27/11/2018). 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan diyakini oleh mantan Ketua KPK Antasari Azhar akan segera terungkap dan ditangkap pihak Kepolisian. Dan tidak terjadi lagi kasus yang sama kedepannya.

Antasari juga berharap hukum digunakan secara benar bukan untuk memenjarakan orang yang dibenci.

“Jangan ada lagi orang yang sedang bekerja dicelakakan dengan cara kriminal. Jangan ada lagi kedepannya. Saya yakin kok tahun ini kasusnya selesai (di tangkap pelakunya). Itu feeling saya. Harus ada kemauan kuat dari elit politik untuk menyelesaikannya,” ungkap Mantan Ketua KPK RI, Antasari Azhar yang sekaligus Ketua Umum DPP Garda Jokowi, Senin (26/11/2018) malam di Kuta.

Antasari mengungkapkan jika malam ini bisa ditangkap pelakunya ya ditangkap.

“Maunya saya malam ini di tangkap. Karena bagaimana pun itu mantan anak buah saya. Masa saya juga kena, anak buah saya juga apa itu,” tambahnya.

Ia pun mengibaratkan ketika dirinya membagi golok tajam satu-satu ke anda-anda. Pertanyaan saya mudah anda gunakan apa golok itu, mas ini dipakai untuk bersihkan ranting, wah bagus, orang kedua tunggu orang ini mau saya begal, kacau kan.

“Nah ini, oh Antasari terlalu keras berantas korupsi penjarakan. Jangan begitu. Sudah cukuplah, ya kan," tutur Antasari.

Seperti diketahui pada 11 April 2017 silam, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal usai ia menunaikan salat subuh saat berjalan pulang dari masjid menuju rumahnya.

Usai menyiramkan air keras ke arah wajah Novel Baswedan, dua orang tidak dikenal ini menggunakan sepeda motor langsung melarikan diri.

Penyidik dalam kasus korupsi proyek E-KTP ini pun harus dilarikan ke Singapura untuk menjalani penyembuhan di bagian wajah dan matanya.

Namun begitu, polisi tak juga berhasil menemukan pelaku penyerangan. Berbagai cara ditempuh kepolisian untuk mengusut kasus ini.

Dari mulai polisi membentuk tim berisi ratusan personel dari polres, polda dibantu Mabes Polri. Polisi juga meminta bantuan Australia Federal Police (AFP) guna mempelajari gambar rekaman CCTV.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved