Berita Banyuwangi

Ribuan Pencinta Selawat dan NKRI Penuhi Banyuwangi Berselawat

Tak kurang dari 50 ribu pengunjung Festival Banyuwangi Berselawat yang digelar di Stadion Diponegoro, Senin (26/11) malam.

Ribuan Pencinta Selawat dan NKRI Penuhi Banyuwangi Berselawat
Surya/Haorrahman
Festival Banyuwangi Berselawat yang digelar di Stadion Diponegoro, Senin (26/11/2018) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Tak kurang dari 50 ribu pengunjung Festival Banyuwangi Berselawat yang digelar di Stadion Diponegoro, Senin (26/11) malam.

Hujan yang sempat mengguyur Banyuwangi tak menyurutkan para peminta selawat tersebut untuk hadir. Sejak sore mereka telah memadati lokasi acara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Banyuwangi Berselawat kali ini juga menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qadir dari Solo.

Pemimpin grup selawat Ahbabul Musthofa tersebut memiliki penggemar fanatik di seluruh Nusantara, bahkan mancanegara. Mereka yang menamakan diri Syekhermania itu, siap memadati majelis selawat di manapun berada.

Tak hanya lantunan sholawat yang berkumandang. Namun, tak kalah antusiasnya pekik nasionalisme dan ungkapan cinta NKRI turut bergema dari seluruh stadion.

"Ayo kita bangun negara kita. Bukti cinta kita pada indonesia. Agar bermartabat di mata dunia," dendang Habib Syech sembari diikuti senandung selawat para pengunjung.

Nuansa nasionalisme tak hanya terdengar dari syair-syair sholawat yang disenandungkan Habib Syech. Namun, seolah dikomando, para pengunjung pun kompak mengibarkan bendera merah putih.

Habib Syech menjelaskan, kehidupan beragama di Indonesia merupakan kenikmatan yang luar biasa. Antara agama dan negara tak saling menegasikan, tapi justru saling mendukung.

"Kita bisa selawatan seperti ini merupakan kenikmatan yang luar biasa. Sulit bisa kita temukan di negara lain. Ini wajib kita jaga. Jangan mengaku paling beragama, terus ingin merusak negara ini," tegasnya.

Event ini mendapat apresiasi positif dari Kepala Kantor Staf Presiden, Jendral (Purn) Moeldokon yang hadir pada acara tersebut. Menurutnya, perpaduan tersebut akan melahirkan stabilitas negara.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved