Sudikerta Klaim Akun Facebooknya Diretas, Diperiksa sebagai Saksi Dugaan Kampanye di Areal Pura

Mantan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, diperiksa sebagai saksi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng, Senin (26/11).

Sudikerta Klaim Akun Facebooknya Diretas, Diperiksa sebagai Saksi Dugaan Kampanye di Areal Pura
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Ketut Sudikerta saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Kantor Bawaslu Buleleng, Senin (26/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Mantan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, diperiksa sebagai saksi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng, Senin (26/11).

Pemeriksaan ini dilakukan terkait unggahan video berdurasi 50 detik di Facebook dengan nama akun 'Tommy Sudikerta'.

Dalam potongan video yang diunggah pada Sabtu (17/11) itu, Sudikerta terlihat sedang menghadiri persembahyangan bersama di Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Di video tersebut terekam seorang Caleg DPRD Bali Dapil Buleleng bernama Ketut Suparjo, diduga melakukan aksi kampanye di dalam areal pura.

Aksi Suparjo ini lantas dilaporkan oleh seorang warga bernama Gede Suardana, kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali, Rabu (21/11).

Oleh Bawaslu Provinsi, laporan itu kemudian dilimpahkan ke Bawaslu Buleleng lantaran lokasi kejadiannya ada di Buleleng.

Ditemui seusai menjalani pemeriksaan, Ketut Sudikerta mengaku dirinya memang menghadiri kegiatan persembahyangan bersama di Pura Dalem Desa Bebetin itu atas undangan Gede Suparmen, salah satu anggota DPRD Buleleng asal Desa Bebetin melalui telepon.

"Meski sudah selesai menjabat, rata-rata sehari saya punya undangan empat sampai enam. Mulai dari ngaben, nganten, sembahyang, liu (banyak,red). Jadi wajarlah masyarakat mengudang saya sebagai idolanya untuk bisa hadir di tengah-tengah," terangnya.

Terkait video yang diunggah melalui akun Facebooknya itu,  Sudikerta mengklaim jika media sosialnya tersebut saat ini sedang diretas (hack) oleh seorang oknum yang belum diketahui identitasnya.

"Saya tidak pernah upload. Itu akun pada saat pilgub. Udah selesai. Sekarang akunnya 'Ketut Sudikerta'. Di-hack kayaknya. Karena nomor teleponnya itu sudah hilang. Memang banyak yang merekam kegiatan saat itu. Bukan saya yang unggah," kilahnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved