3 Kali Ditangkap Kasus Narkoba, Arizona Kembali Diamankan Polresta Denpasar

Polresta Denpasar melalui Satresnarkoba Polresta Denpasar merilis pengungkapan tindak pidana narkotika, Selasa (27/11/2018).

3 Kali Ditangkap Kasus Narkoba, Arizona Kembali Diamankan Polresta Denpasar
Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Polisi menggelar jumpa pers dan mengamankan 8 orang diduga Penyalahguna Narkotika di Mako Polresta Denpasar, Selasa (28/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polresta Denpasar melalui Satresnarkoba Polresta Denpasar
merilis pengungkapan tindak pidana narkotika, Selasa (27/11/2018).

Konferensi pers berlangsung di Mako Polresta Denpasar, siang tadi yang dimulai sekitar pukul 13.30 Wita.

Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana di sela-sela konferensi pers mengatakan timnya yang merupakan gabungan dari Polresta Denpasar dan Satresnarkoba Denpasar serta tim CTOC (Counter Trans Organize Crime) Polda Bali berhasil mengamankan 8 orang diduga penyalahguna narkoba.

"Dari delapan orang itu digabungkan menjadi tujuh laporan polisi. Jumlah barang bukti yang disita yakni sabu 75,03 gram, kemudian Ekstasi 29 butir dan Heroin 1,50 gram," kata dia.

Dia menyebut peran masing-masing tersangka, bermacam-macam. Sebagai pengguna, pengedar dan residivis.

Kedelapan orang tersebut juga beraksi di TKP yang berbeda. Tercatat ada tujuh TKP.

"Delapan pelaku itu masing-masing, Yusia (39), Purwanto (44) yang diamankan di Tukad Pancoran, Denpasar Selatan. Aji (32) diamankan di Jalan Tukad Nyali Denpasar Selatan. Arizona (37) di Jalan Pakis Denpasar Selatan. Wahyu (38) ditangkap di Jalan Bedugul Denpasar Selatan. Edy (43) di Jalan Sidakarya, Denpasar Barat, Askah (39) di Jalan Marlboro, Denpasar Barat dan Hadi (35) di Jalan Pulau Ayu Denpasar Barat," sebut dia.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar, Kompol Aris Purwanto usai konferensi pers mengatakan sebagian besar dari tersangka itu ialah tukang tempel alias menaruh barang.

"Sebagian pengguna, ada juga yang tukang trus tempel tadi. Dari pengakuan, ada juga yang terima dari lapas. Kalau dari imbalan yang diterima ada yang dapat Rp 50 ada yang dikasih barang," kata Aris.

Selain itu, pelaku yang diamankan tersebut ujarnya ada residivis yang berjumlah tiga orang dengan kasus yang sama.

"Purwanto satu kali, dan Yusia, Sementara yang Arizona itu residivis tiga kali, sama ini jadi empat kali dengan kasus yang sama," ujarnya.

Dia mengungkapkan, sistem peredaran narkoba itu yakni bergerak, dan bergeser ke tempat yang lain. Jika merasa aman, mereka akan melakukannya.

"Jadi kami berdasarkan info masyarakat saja. Jika di sana ada kita tindak lanjut. Saat yang aman bagi mereka maka akan melakukannya," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakapolresta Denpasar juga berpesan kepada masyarakat agar memberikan informasi kepada pihak kepolisian dan bekerja sama dengan pihak kepolisian.

"Mengingat kasus ini terjadi bisa di mana dan golongan mana saja. Maka kami mengimbau agar masyarakat mau bekerja sama dengan kepolisian dalam rangka memberikan informasi sehingga penindakan terhadap Narkoba lebih maksimal," harapnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved