Apakah Setelah Donor Darah Anda Akan Sakit-sakitan? Ini Penjelasannya

Ada banyak manfaat donor darah semisal membantu secara tidak langsung memeriksakan kesehtan secara gratis.

Apakah Setelah Donor Darah Anda Akan Sakit-sakitan? Ini Penjelasannya
kompas.com
Ilustrasi kantung darah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Apakah setelah donor darah, anda akan menjadi sakit-sakitan?

Atau karena sering melakukan donor darah akan membuat darah dalam tubuh berkurang dan ujung-ujungnya habis?

Jawabannya tentu saja tidak.

Menurut Ketua PMI Denpasar, I Nyoman Lantra kesadaran warga yang tidak mau donor darah dikarenakan karena kurangnya pemahaman masyarakat.

"Mereka mengira donor darah membuat sakit-sakitan, atau darahnya habis. Padahal itu salah. Sehingga perlu pemahaman untuk masyarakat," kata Lantra ketika ditemui di kantornya Rabu (28/11/2018) pagi.

Ia mengatakan ada banyak manfaat donor darah semisal membantu secara tidak langsung memeriksakan kesehtan secara gratis.

Sehingga seseorang bisa tahu kondisi darahnya dan bisa mendeteksi penyakit berbahaya seperti hepatitis, HIV/AIDS, termasuk penyakit berbahaya lainnya.

"Kalau tidak donor darah kita tidak tahu kondisi darah kita. Walaupun kelihatannya sehat dan bugar tapi belum tentu darah sehat," katanya.

Jikapun melakukan cek darah sendiri, untuk satu uji lab menghabiskan uang hingga ratusan ribu.

"Saat donor darah, dicek dahulu lalu dikasi tahu kalau misalnya darahnya reaktif, kalau reaktif cek ulang. Kalau setelah pemeriksaan 2 hingga 3 kali masih reaktif, disarankan melakukan pemeriksaan lanjutan," jelasnya.

Aturan untuk pendonor perempuan tiga bulan sekali rutin dan untuk laki-laki dua bulan sekali.

"Perempuan lebih lama karena perempuan memiliki banyak faktor semisal haid, punya bayi menyusui. Dan saat haid atau menyusui tidak boleh donor darah," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved