Tol Bali Mandara Tak Bisa Digratiskan, Begini Sebabnya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum bisa memastikan akan menggratiskan Tol Bali Mandara

Tol Bali Mandara Tak Bisa Digratiskan, Begini Sebabnya
Tribun Bali
Tol Bali Mandara 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum bisa memastikan akan menggratiskan Bali Mandara'>Tol Bali Mandara seperti halnya Tol Suramadu, Jawa Timur.

Pertimbangannya, Bali Mandara'>Tol Bali Mandara terikat konsesi.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja, kepada Tribunnews.com (Grup Tribun Bali), di Jakarta, Selasa (27/11).

“Kita tidak bisa semudah itu menggratiskan karena itu ada konsesi, ada BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Itu harus kita hormati, itu kepastian usaha,” ujarnya.

Endra mengatakan, Tol Suramadu bisa digratiskan karena dibangun melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepenuhnya.

Berbeda dengan jalan Bali Mandara'>Tol Bali Mandara yang menggunakan skema pembiayaan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

“Kalau APBN kita tidak terikat kontrak dengan pihak lain, artinya pemerintah memiliki 100 persen, tidak diberikan konsesi. Kalau tol-tol yang investasi itu diberikan masa konsesi, ada yang namanya BPJT, kontrak dengan investor,” ujarnya.

Dikutip dari situs resmi Jasamarga Bali Tol (JBT), masa konsesi Bali Mandara'>Tol Bali Mandara sampai tahun 2057.

Adapun pembangunan Bali Mandara'>Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 kilometer dengan dana Rp 2,4 triliun dibiayai oleh sindikasi bank BUMN dan Jasa Marga, tidak memakai APBN sama sekali.

Sebelumnya Gubernur Bali periode 2008-2018, I Made Mangku Pastika, mengusulkan jalan Bali Mandara Bali Mandara'>Tol Bali Mandara dapat digratiskan seperti jalan Tol Suramadu di Jawa Timur.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved