Jual dan Konsumsi Daging Anjing Denda 5 Ton Beras

Surat edaran tersebut berisi pemberitahuan sekaligus instruksi kepada krama Desa Adat Kerobokan terkait jual beli dan konsumsi daging anjing

Jual dan Konsumsi Daging Anjing Denda 5 Ton Beras
Kompas.com/Alsadad Rudi
ilustrasi anjing 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menunjukkan ketegasan sikapnya terhadap warga yang memperjualbelikan atau mengonsumsi daging anjing, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung mengeluarkan surat edaran. 

Surat edaran tersebut berisi pemberitahuan sekaligus instruksi kepada krama Desa Adat Kerobokan terkait jual beli dan konsumsi daging anjing.

Apabila warga tak mengindahkan instruksi itu, maka pihak Desa Adat Kerobokan mengancam akan mengenakan sanksi.

Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja mengatakan, surat edaran tersebut dikeluarkan tanggal 26 November 2018.

Ia menjelaskan, alasan mengeluarkan surat edaran ini karena disinyalir di Desa Adat Kerobokan masih ada aktivitas yang berkaitan dengan perdagangan dan konsumsi daging anjing.

Padahal, menurut Putu Sutarja, sudah ada aturan yang secara tegas melarang hal tersebut, antara lain berupa UU (Undang Undang), PP (Peraturan Pemerintah), Perda Provinsi Bali serta Surat Edaran Gubernur Bali.

Sutarja menambahkan, perarem desa adat ini juga merujuk pada hasil rekomendasi Focus Group Discussion (FGD) Perdagangan Daging Anjing yang telah dilaksanakan di Kabupaten Badung pada 5 April 2018.

Apalagi, kata Sutarja, sesuai ajaran agama Hindu yang tertuang dalam sastra Prasasti Panca Dresta, yang disebutkan bahwa anjing adalah hewan peliharaan dan dapat memberikan tanda-tanda alam.

Dalam ajaran agama Hindu yang tertuang dalam lontar Putru Saji bahwa anjing termasuk dalam hewan-hewan yang tidak boleh dihaturkan dalam persembahyangan, sehingga tidak boleh dikonsumsi.

“Jadi, seluruh krama Desa Adat Kerobokan agar tidak memperjualbelikan, memperdagangkan, mengonsumsi dan atau melakukan aktivitas lain yang berkaitan dengan daging anjing. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai perarem Desa Adat Kerobokan,” ujarnya, Kamis (29/11/2018).

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved