Terparah Sejak 40 Tahun Terakhir, Banjir Tenggelamkan Sebagian Rumah Warga

Pantauan Tribun Bali, banjir yang parah terlihat di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara

Terparah Sejak 40 Tahun Terakhir, Banjir Tenggelamkan Sebagian Rumah Warga
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
MENUNGGU SURUT - Warga Desa Pengambengan duduk di sebuah bale berbahan bambu sembari melihat banjir yang masih menggenangi rumah mereka, Kamis (29/11/2018). Genangan air disalurkan memalui jalan rabat beton yang dijebol. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Hujan deras masih mengguyur wilayah Jembrana, Kamis (29/11/2018).

Banjir pun masih terjadi.

Pantauan Tribun Bali, banjir yang parah terlihat di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.

Warga menilai, ini banjir terparah sejak 40 tahun terakhir. 

Untuk menyurutkan banjir, warga terpaksa menjebol jalan rabat beton untuk mengatasi genangan air setinggi 85 sentimeter.

Mereka menjebol rabat beton di sekitaran Jalan Politeknik Kelautan yang masih dalam tahap pembangunan.

Selain itu, tingginya debit air akibat banjir membuat warga Dusun Munduk, Desa Pengambengan mengungsi sejak dua hari lalu.

"Semua warga mengungsi. Tidak ada yang bisa ditinggali. Apalagi, rumah warga di tengah dusun," ujar warga Dusun Munduk, Ali Rahman (60).

Kata dia, sejak Rabu (28/11/2018), banjir merendam rumah warga.

Setidaknya ada ratusan rumah warga yang terendam.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved