Lahir Sabtu Kliwon Wariga atau Tumpek Wariga, Ini Perjalanan Hidup Dan Jatah Hidupnya

Tumpek Wariga juga disebut sebagai hari kemakmuran atas karunia Tuhan yang dilimpahkan oleh tumbuhan yang diciptakan-Nya.

Lahir Sabtu Kliwon Wariga atau Tumpek Wariga, Ini Perjalanan Hidup Dan Jatah Hidupnya
Tribun Bali
Ilustrasi - Pelaksanaan ritual tumpek wariga juga dilakukan pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Berbahagialah mereka yang lahir Sabtu (Saniscara) Kliwon atau Tumpek Wariga, karena bertepatan dengan peringatan hari lingkungan hidup ala agama Hindu Bali.

Selain itu, Tumpek Wariga juga disebut sebagai hari kemakmuran atas karunia Tuhan yang dilimpahkan oleh tumbuhan yang diciptakan-Nya.

Bagi mereka lahir Tumpek, menurut wariga jatah hidupnya di dunia 102 tahun.

Tumpek merupakan pertemuan antara akhir siklus saptawara dan pancawara yaitu Saniscara (Sabtu) dengan Kliwon atau disebut Saniscara Kliwon.

Sebagaimana halnya hari ini, Sabtu (1/12/2018) juga merupakan Tumpek yaitu Tumpek Wariga atau Tumpek Bubuh ataupun Tumpek Pengatag yang juga merupakan otonan bagi mereka yang lahir Tumpek Wariga.

Perhitungan jatah umurnya bisa dilihat dari uripnya, dimana Sabtu memiliki urip 9 dan Kliwon memiliki urip 8, sehingga jumlahnya 17 dan jika dikalikan 6 hasilnya adalah 102 yang merupakan jatah umur bagi mereka yang lahir Tumpek.

Berdasarkan pal Sri Sedana, adapun peruntungan mereka yang lahir Tumpek yaitu sebagai berikut.

Umur 0 - 12 tahun mendapat nilai 1 yang artinya penghasilan sedikit.

Umur 13 - 18 tahun mendapat nilai 0 yang berarti penderitaan atau kesakitan.

Mendapat nilai 5 saat umur 19 - 24 tahun yang artinya hidup senang.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved