220 Penari Bawakan Tari Rejang di Sepanjang Jalan Legian

Ratusan penari membawakan Tari Rejang Renteng Massal dalam rangkaian prosesi melaspas Balai Kul-Kul Banjar Legian Kelod, Desa Legian

220 Penari Bawakan Tari Rejang di Sepanjang Jalan Legian
Tribun Bali/Rizal Fanany
Menari – Para penari membawakan Tari Rejang Renteng Massal dalam rangkaian prosesi melaspas Balai Kul-Kul Banjar Legian Kelod,Desa Legian, Kuta, Sabtu (1/12/2018). Tampak seorang penari seorang warga negara asing. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ratusan penari membawakan Tari Rejang Renteng Massal dalam rangkaian prosesi melaspas Balai Kul-Kul Banjar Legian Kelod, Desa Legian, Kuta, Sabtu (1/12/2018). 

Sebanyak 220 penari mengikuti dan menari di sepanjang Jalan Raya Legian.

"Acara hari ini (kemarin) merupakan prosesi melaspas balai kul-kul, terhitung mulai 16 Mei 2018 dan hari ini tepat tujuh bulan pembangunan," kata Puspa Negara, Panitia melaspas balai kul-kul, banjar Legian Kelod. 

Tari rejang renteng massal ini dibawakan oleh ibu-ibu PKK dan juga partisipasi para pelaku usaha di kawasan Legian Kelod. 

Sejumlah wisatawan asing yang melintas menyempatkan melihat dan mendokumentasikan proses tersebut. 

Puspa negara memaparkan, setelah kul-kul ini diaktifkan kembali, kul-kul memberikan komunikasi pada masyarakat pada semua dimensi.

Kul-kul sendiri memberikan makna persatuan dan kesatuan pada lingkungan banjar.

Tinggi balai kul-kul mencapai 13,5 meter, pembangunannya mendapatakan dana hibah dari Bupati Badung.

Sedangkam untuk perbaikan wajah balai banjar menghabiskan Rp 460 juta dari dana punia warga dan pelaku usaha. 

Prosesi ini juga untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi yang sudah turun temurun ,khusunya warga Bali. (*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved