Berawal Dari Hobi, Gus Bud dan Jik Gus Sukses Jalankan Bisnis Ikan Koi

Berawal dari hobi, Gus Bud dan Jik Gus sukses jalankan bisnis ikan koi

Berawal Dari Hobi, Gus Bud dan Jik Gus Sukses Jalankan Bisnis Ikan Koi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Jik Gus bersama rekannya mengecek kesehatan Ikan Koi di Griya Koi, Jalan Turi, Denpasar, Minggu (2/12/2018). Di Bali ikan koi mulai diminati, karena warna dan motif ikan yang indah. (Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berawal dari hobi, Gus Bud dan Jik Gus sukses jalankan bisnis ikan koi.

Dua bersaudara ini sedang melakukan pengecekan kesehatan ikan koi ketika Tribun Bali berkunjung ke Griya Koi, Jalan Turi, Denpasar, Minggu (2/12/2018).

Gus Bud mengungkapkan, berawal dari hobi, pihaknya mengembangkan menjadi bisnis.

"Ya kita memang hobi pelihara ikan koi, dari segi bentuk dan warna yang menarik. Lama-kelamaan kita ingin lebih dari sekadar hobi, kemudian kita buat bisnis," ujarnya.

Dengan banyak berbagai warna dan motif yang indah, ikan koi banyak diminati berbagai kalangan.

"Ikan koi sekarang mulai banyak diminati di Bali, walaupun tidak sebanyak di Jawa. Sistem pemasaran kita menggunakan medsos dan dari mulut ke mulut," katanya.

"Kalau dari penghasilan sendiri lumayan, karena kita mulai dari nol. Saling mendukung satu sama lain. Memang agak susah untuk pertama kali. Penghasilan setiap bulan sih relatif, jadi nggak masalah kalau hasil penjualannya banyak atau sedikit, soalnya kita ini hobi nggak serta merta bisnis. Harus sabar," tambahnya.

Kini Gus Bud dan Jik Gus mempunyai puluhan induk import dari Jepang dan dikembangbiakkan di Griya Koi.

Sampai saat ini, ia mengaku masih belajar untuk cara pengembangan ikan koi.

Menurutnya, tidak terlalu banyak kendala jika ingin memelihara koi. Untuk pemula disarankan fokus pada besarnya kolam dan filter air.

Semakin besar kolam, kata dia, semakin banyak juga filter air yang dibutuhkan.

"Jika ingin berbisnis ikan koi ya harus berawal dari hobi dulu. Kalau kendala pasti ada untuk pemula. Berbagai macam kendala mulai dari segi perawatan, karantina, ada memberi makan. Semua ada prosedur yang dilakukan untuk memelihara. Apalagi kalau kena penyakit ikanya, wah susah. Sampai sekarang pun kita masih belajar," ujarnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved