Dishub Bangli Anggarkan Rp 1,8 M untuk LPJU, Pengeluaran Terbesar Dipakai Bayar Tagihan Lisrik

Anggaran Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang digawangi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli pada tahun 2019 Rp 1,8 miliar

Dishub Bangli Anggarkan Rp 1,8 M untuk LPJU, Pengeluaran Terbesar Dipakai Bayar Tagihan Lisrik
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
LPJU di depan Kantor Bupati Bangli, Minggu (2/12/2018). Beberapa LPJU di Bangli kondisinya telah mengalami kerusakan akibat dimakan usia. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Anggaran Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang digawangi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli pada tahun 2019 Rp 1,8 miliar.

Jumlah anggaran tersebut juga direncanakan untuk pengadaan LPJU baru.

Kadishub Bangli, I Gede Arta saat dikonfirmasi Minggu (2/12/2018), membenarkan angka tersebut.

Katanya, nominal Rp 1,8 miliar ini sebagian besar akan digunakan untuk pembayaran rekening listrik, disamping juga biaya pemeliharaan.

Gede Arta juga tidak memungkiri bahwa pengeluaran terbesar, khususnya untuk LPJU adalah pembayaran rekening listrik dengan total pengeluaran hampir mencapai Rp 1,5 miliar.

Besarnya biaya pembayaran rekening listrik, menurut Gede Arta disebabkan 60 persen atau sekitar 13 titik lampu, dari total 827 unit LPJU yang tersebar di 38 titik masih bersistem kontrak.

Artinya, beroperasi maupun tidak beroperasinya LPJU tersebut, pembayaran rekening tetap menjadi kewajiban pemda.

Disamping itu, beberapa LPJU juga mengalami kerusakan pada alat timer.

“Jangan heran jika LPJU di Bangli, siang hari justru lampunya nyala, dan malam hari mati. Ini karena kerusakan timer. Selain itu, 413 unit LPJU lainnya dalam kondisi rusak berat mengingat usianya sudah tergolong uzur. Atas kondisi ini, tahun 2019 mendatang rencananya kami akan mengadakan inovasi dengan mengganti sistem kontrak menjadi sistem KwH atau panel. Gunanya untuk menekan biaya pembayaran rekening tahunan. Disamping itu, juga memperbaiki timer LPJU,” terangnya.

“Sebenarnya itung-itungan kami untuk bisa clear seluruhnya, hampir mencapai Rp 3 miliar, sebab itu kami usulkan sekian. Terlebih mengingat pengeluaran tertinggi untuk pembayaran rekening listrik, dimana rata-rata per bulan mencapai Rp 120 juta untuk LPJU dan traffic light. Namun, jika disetujuinya hanya Rp 1,8 miliar, kami lakukan bertahap,” katanya.

Selain perbaikan dan penggantian, dari sisa anggaran tersebut juga rencananya akan digunakan untuk pengadaan beberapa LPJU di titik-titik utamanya jalur protokol yang belum dipasangi LPJU.

Sebut pria asal Desa Songan ini, satu paket LPJU beserta tiang diperkirakan mencapai Rp 49 juta.

Jumlah tersebut akan jauh lebih hemat apabila pengadaan LPJU hanya berupa alat, sedangkan pemasangannya dengan sistem tempel pada tiang listrik milik PLN.

“Rencana kami, jalur Kubu, Bangli – Penelokan, Kintamani beberapa titik akan dipasangi LPJU baru. Untuk berapa titik yang akan dipasang, kami masih lakukan kajian. Tentunya juga melihat kemampuan anggaran. Kalau pengadaan LPJU baru, kami hanya beli alatnya saja, dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan Rp 10 juta hingga 15 juta,” tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved