Bali Paradise

Jadi Kawasan Wisata Berbasis Lingkungan, Pantai Pandawa Terima Penghargaan ISTA 2018 dari Kemenpar

Penghargaan tersebut sebagai bentuk keberhasilan mengelola kawasan Pantai Pandawa yang berkelanjutan dan berlandaskan pada lingkungan

Jadi Kawasan Wisata Berbasis Lingkungan, Pantai Pandawa Terima Penghargaan ISTA 2018 dari Kemenpar
Istimewa/Facebook Bandesa Adat Kutuh, I Made Wena
Pantai Pandawa mendapat penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pantai Pandawa yang berada di kawasan Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung menerima penghargaan dari Menteri Pariwisata.

Penghargaan tersebut sebagai bentuk keberhasilan mengelola kawasan Pantai Pandawa yang berkelanjutan dan berlandaskan pada lingkungan.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Parawisata, Arief Yahya di Jakarta pada Jumat (30/11/2018) lalu. 

Kadis Parawisata Kabupaten Badung, I Made Badra menjelaskan, penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap Pantai Pandawa dengan kategori Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018.

Pantai Pandawa dinilai berhasil membangun parawisata berkelanjutan yang berbasis pada lingkungan.

Dalam membangun tersebut, Pantai Pandawa dijadikan role model bagi kawasan wisata lainnya untuk keberlangsungan di masa mendatang.

"Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi terhadap kawasan Pandawa yang memang memiliki konsep berkelanjutan. Dalam artian, lingkungan diperhatikan dari berbagai faktor dalam membangun dan penataan kawasan itu," jelasnya saat dihubungi, Minggu (2/12/2018).

Tambahnya, faktor kebersihan lingkungan tidak luput dari penilaian pihak Kementerian, termasuk sampah plastik dan lainnya yang ada di kawasan Pantai yang terletak di Desa Kutuh itu.

Atas perhatian serius dari pengelola, akhirnya berhasil menyabet penghargaan bergengsi yang bisa memacu tempat wisata lainnya dalam penataan lingkungan.

Pantai Pandawa sendiri mendapatkan penghargaan gold atau terbaik dalam hal pengelolaan yang berkelanjutan.

"Keberhasilan ini bukan hanya untuk dinikmati sesaat. Tapi, bagaimana mempertahankan dan atau mengelola kawasan itu kedepannya. Bukan hanya itu, inovasi-inovasi juga diperlukan kedepannya yang berbasis pada lingkungan," ungkapnya.

Terkait keberhasilan dalam menyabet penghargaan itu, Bandesa Adat Kutuh, I Made Wena mengakui akan membuat syukuran kecil-kecilan.

"Ya, nanti dulu lah, tentunya kita akan membuat syukuran dulu dan nanti akan kita sampaikan dengan wartawan juga. Nanti kita akan kabari kedepannya," ujarnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved