16 Ribu Batang Lidi Jadi Topeng Penari Bali Raksasa nan Apik

Sejumlah wisatawan berswafoto berlatar ulatan (anyaman) wajah penari rejang yang di buat pemuda Tampaksiring

16 Ribu Batang Lidi Jadi Topeng Penari Bali Raksasa nan Apik
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Topeng lidi setinggi 5 meter dan lebar 3 meter terpajang di jaba Madya Mandala Pura Tirta Empul, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM- Sejumlah wisatawan berswafoto berlatar ulatan (anyaman) wajah penari rejang yang di buat pemuda Tampaksiring pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Selasa (4/12/2018).

Topeng lidi setinggi 5 meter dan lebar 3 meter itu terpajang di Jaba Madya Mandala Pura Tirta Empul.

Topeng itu merupakan karya Gusti Ngurah Dalem Ramadi, dan dibantu oleh sejumlah pemuda.

Topeng lidi setinggi 5 meter dan lebar 3 meter terpajang di jaba Madya Mandala Pura Tirta Empul, Selasa (4/12/2018).
Topeng lidi setinggi 5 meter dan lebar 3 meter terpajang di jaba Madya Mandala Pura Tirta Empul, Selasa (4/12/2018). ()

Pengerjaannya topeng itu selama 20 hari mulai dari tanggal 11 September 2018 hingga 1 Desember 2018.

Porseni yang dilaksanakan di areal Pura Tirta Empul, 30 November hingga 9 Desember 2018 tersebut akan menampilkan berbagi kegiatan seperti lomba melukis dan juga lomba baleganjur.

"Topeng ini dibuat bertujuan menampilkan karya seni anak muda Manukaya Tampak Siring yang bertepatan dengan acara porsenides, pembuatan topeng ini dibuat 15 orang selama 20 hari," ungkap Ramadi.

Topeng lidi setinggi 5 meter dan lebar 3 meter terpajang di jaba Madya Mandala Pura Tirta Empul, Selasa (4/12/2018).
Topeng lidi setinggi 5 meter dan lebar 3 meter terpajang di jaba Madya Mandala Pura Tirta Empul, Selasa (4/12/2018). ()

"Karang taruna menunjuk saya untuk membuat karya ini sesuai dengan tema tirta amerta utama. Saya mengambil sosok penari Bali rejang karena sosoknya lembut dan keibuan bagai air," tambah mahasiswa semester 7 di ISI Denpasar ini.

Untuk pembuatan topeng tersebut, Ramadi menggunakan bahan lidi, pembuatan topeng itu menghabiskan 80 ikat sapu lidi atau 16.000 batang lidi," ucap Ramadi.

Ia mengaku, membuat topeng dengan bahan dasar lidi lebih rumit dari bambu karena ukurannya yang kecil.

Namun, kerumitan itu menjadi tantangannya.(*)

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved