Togar Situmorang Tak Mau Berkomentar Banyak Tentang Rilis Polda Bali Soal Sudikerta

Togar menyatakan, jika pihak Polda Bali telah membeberkan sejumlah bukti, nanti masing-masing pihak akan membuktikannya.

Togar Situmorang Tak Mau Berkomentar Banyak Tentang Rilis Polda Bali Soal Sudikerta
Tribun Bali/Putu Candra
Togar Situmorang memberikan penjelasan kepada awak media terkait penetapan I Ketut Sudikerta sebagai tersangka oleh Krimsus Polda Bali, di 

TRIBUN-BALI.COM , DENPASAR  - KUASA hukum I Ketut Sudikerta, Togar Situmorang, tidak ingin berkomentar banyak menanggapi rilis Ditreskrimsus Polda Bali.

Togar menyatakan, jika pihak Polda Bali telah membeberkan sejumlah bukti, nanti masing-masing pihak akan membuktikannya.

Namun dari sejumlah bukti itu, kata Togar, tidak ada nama kliennya.

"Kalau Polda Bali sudah mengeluarkan rilisnya, kami tidak perlu menanggapi lagi. Silakan nanti di pembuktian masing-masing pihak. Dari bukti-bukti yang disebutkan Polda Bali, di sana tidak ada nama I Ketut Sudikerta," katanya saat dihubungi, Senin (3/12/2018), melalui telepon selularnya.

Dijelaskannya, dari bukti seperti cek adalah atas nama perusahaan (PT Pecatu Gemilang).

Dimana yang menguasai PT itu adalah Gunawan Priambodo selaku Direktur Utama.

"Gunawan ini yang awalnya dilaporkan pelapor dengan laporan nomor 99. Tapi di laporan yang baru hanya nama I Ketut Sudikerta. Tapi untuk yang seperti ini kami tidak mau berandai-andai. Kami sudah dengar dari Polda secara resmi," tuturnya.

Untuk itu, kata Togar, dirinya tidak mau terlalu berkomentar banyak.

"Kami berterimakasih kepada Polda Bali sudah gelar perkara. Kami tidak bisa berkomentar banyak. Kami hanya mengikuti proses hukum saja yang diatur sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara. Dan klien kami akan tetap menghormati itu. Kami akan kooperatif," ujar pengacara asal Sumatera Utara ini.

"Tetap harus kedepankan azas praduga tak bersalah. Artinya persamaan hak di muka umum. Jangan sampai seperti kemarin, ada public trial. Kita belum mendapatkan surat penetapan (tersangka) resmi, tapi SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) sudah beredar ke mana-mana," imbuh Togar.

Llau, apakah pihaknya telah menerima surat resmi penetapan tersangka atas nama Sudikerta.

Togar mengaku sudah. Hanya saja surat yang diterimanya adalah surat pemberitahuan penetapan tersangka oleh Polda Bali yang ditembuskan ke kepala kejaksaan.

"Harusnya langsung kepada Sudikerta, dan surat ini redaksionalnya kepada kepala kejaksaan. Tapi surat pemberitahuan penetapan tersangka yang ditujukan kepada kepala kejaksaan ini sudah cukup. kami sudah menerima fisiknya. Untuk kedepannya kami sedang melakukan upaya hukum," terang Togar. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved