Bappenas Fokus Konservasi Perikanan dan Kelautan untuk Kurangi Angka Kemiskinan dan Stunting

Bappenas fokus pada konservasi perikanan dan kelautan berkelanjutan dalam upaya mengurangi angka kemiskinan

Bappenas Fokus Konservasi Perikanan dan Kelautan untuk Kurangi Angka Kemiskinan dan Stunting
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana workshop nasional, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang PS. Brodjonegoro menjelaskan terkait pembangunan kelautan berkelanjutan kepada peserta di Hotel Anvaya, Kuta, Bali, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) fokus pada konservasi perikanan dan kelautan berkelanjutan dalam upaya mengurangi angka kemiskinan maupun penyakit stanting.

Dalam workshop nasional bertajuk Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yakni menuju pembangunan kelautan berkelanjutan.

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Bappenas dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta jajarannya.

Workshop ini sebagai salah satu alternatif untuk memberi masukan kepada Bappenas yang tengah menyusun rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2020/2024.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan, pada intinya SDGs 14 akan menjadi bagian dari Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020/2024 yang berkelanjutan nanti.

Dikatakannya, RPJMN 2020/2024 SDGs 14 akan terfokus pada upaya untuk konservasi perikanan dan kelautan, khususnya pada peningkatan produksi ikan dan menjaga lingkungan hidup di laut.

Pihaknya juga ingin menjadikan perikanan sebagai sumber dari upaya membantu pengurangan stunting serta ikut membantu untuk meningkatkan ekspor.

"Jadi ada aspek ekonominya maupun aspek sosial dan kesehatan yang nantinya akan kita dorong dari penguatan SDGs 14 ini. Jika produksi ikan meningkat (ikan yang bergizi) dan kemudian upaya menciptakan nilai tambah dari produk perikanan dan kelautan itu sendiri, maka itu akan memberikan pekerjaan. Sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan dan juga stunting," ujarnya saat ditemui di Hotel Anvaya, Kuta, Bali, Senin (3/12/2018).

Dalam SDGs 14, ada dua aspek yang saling compatible, yakni aspek pengelolaan perikanan dan aspek menciptakan ekosistem laut yang sehat dan produktif.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved