Buntut Penetapan Tersangka, Kini Sudikerta Dilengserkan, Demer Maju Sebagai Plt DPD Golkar Bali

Polda Bali juga telah mencekal Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018 itu.

Buntut Penetapan Tersangka, Kini Sudikerta Dilengserkan, Demer Maju Sebagai Plt DPD Golkar Bali
istimewa
Ketua DPP Golkar Koordinator Bidang (Korbid) Kepartaian, Ibnu Munzir menyerahkan SK pada Plt. Ketua DPD Golkar Bali, Gde Sumerjaya Linggih alias Demer di kantor DPP Golkar Jakarta, Selasa (4/12/2018) siang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengambil langkah cepat menyikapi penetapan tersangka Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta.

Bahkan, DPP Golkar langsung melengserkan Sudikerta dari jabatannya, dan menunjuk Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Bali

Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat khusus terkait nasib Sudikerta di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (4/12/2018) siang.

Rapat dipimpin Ketua DPP Golkar Koordinator Bidang (Korbid) Kepartaian, Ibnu Munzir. 

Rapat itu ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan Nomor: KEP-362/DPP/GOLKAR/XII/2018 Tentang Pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan Penunjukkan Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang diterima langsung oleh Demer didampingi Sekretaris DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry.

"Hari ini (kemarin, red) saya atas nama Ketua Umum DPP Partai Golkar, didampingi jajaran korbid kepartaian menyerahkan SK tentang pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan Penunjukkan Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang diterima langsung penerima mandat didampingi Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali," kata Ketua DPP Golkar Koordinator Bidang (Korbid) Kepartaian, Ibnu Munzir, kepada Tribun Bali saat dikonfirmasi, Selasa kemarin.

Ibnu Munzir menjelaskan, keputusan menunjuk Plt. Ketua DPD Golkar Bali merupakan buah dari proses pembahasan panjang yang cukup intensif.

Politikus yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini mengatakan bahwa DPP Golkar memutuskan hal tersebut juga ingin memberikan kesempatan kepada Sudikerta untuk lebih berkonsentrasi menghadapi kasus hukum yang sedang membelit Ketua DPD Golkar dua periode itu.

Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait penjualan tanah kepada PT Maspion Grup di Jimbaran, Badung, senilai Rp 150 miliar.

Polda Bali juga telah mencekal Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018 itu.

Halaman
1234
Penulis: Ragil Armando
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved