NTP Tanaman Pangan Melejit Naik Dibanding Subsektor Lain

Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali tercatat mengalami penurunan sebesar 0,53 persen

NTP Tanaman Pangan Melejit Naik Dibanding Subsektor Lain
TRIBUN BALI/ I PUTU DARMENDRA
ADUK SAWAH - Para petani di Banjar Dauh Uma, Kelurahan Bitera Gianyar mengaduk sawahnya, Selasa (28/10). Hal ini dilakukan untuk menghilangkan tanaman air yang berpotensi merusak padi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada bulan November 2018, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali tercatat mengalami penurunan sebesar 0,53 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m to m), dari 103,70 menjadi 103,15.

Hal ini berdasarkan berita resmi statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Bali yang dirilis dalam acara rilis bulanan di BPS Provinsi Bali, Jalan Raya Puputan, Renon, No 1, Denpasar, Bali.

Dlam rilis disebutkan bahwa penurunan ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga barang-barang hasil produksi pertanian (lt) lebih kecil daripada kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dibayar oleh petani (lb).

Penurunan NTP pada bulan November 2018 tercatat pada semua subsektor selain tanaman pangan.

Subsektor tanaman pangan tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen.

Indeks harga yang diterima petani (lt) subsektor tanaman pangan tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,97 persen, yang disebabkan oleh naiknya rata-rata harga pada kelompok padi sebesar 0,37 persen dan palawijaya sebesar 2,55 persen.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (lb) mengalami kenaikan yang lebih kecil yakni sebesar 0,66 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga sebesar 0,78 persen, dan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,09 persen.(*)

Penurunan NTP tercatat pada subsektor hortikultura mencapai 1,39 persen, disusul perikanan 1,25 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,52 persen, dan peternakan sebesar 0,46 persen. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved