1200 Responden dari 24 Sekolah di Denpasar, 43,86% Lakukan Seks Tanpa Kondom, 10,28% Pernah Aborsi

ebanyak 18,7 persen responden mengatakan petting dan oral seks dapat dilakukan.8,9 persen responden menganggap berciuman

1200 Responden dari 24 Sekolah di Denpasar, 43,86% Lakukan Seks Tanpa Kondom, 10,28% Pernah Aborsi
ilustrasi
kumpul kebo-seks-cabul-pacaran 

Nah, 10,28 persen di antaranya pernah melakukan aborsi.

"Secara detail, 33 persen pakai jamu/obat, 15 persen melalui tenaga medis dan 1 persen memakai jasa dukun," papar wanita yang juga pengerak Youth Center of IPPA Bali ini.

Hal ini tentu, kata Wulan menjadi hal yang cukup memprihatinkan lantaran dari sebanyak 13.319 kasus HIV/AIDS pada tahun 2015, sebanyak 264 diantaranya diderita oleh remaja berusia 15 hingga 19 tahun.

Terakhir, data penderita kasus HIV/AIDS yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Bali di tahun 2018 bertambah hingga mencapai 19.683 kasus.

Prihatin akan hal itu, Wulan berharap adanya atensi dan kerjasama kolaborasi antar lintas stakeholder untuk mencegah hal ini.

Hal-hal yang dipandang perlu segera dilakukan mulai pemberian pendidikan kespro da seksual yang komprehensif kepada siswa sekolah baik melalui integrasi kurikulum maupun ekstrakulikuler.

"Pendidikan kespro seksual juga perlu melibatkan keluarga hingga ke ranah kurikulum pendidikan. Masalah kespro bukan hanya masalah dinas kesehatan atau LSM saja, tetapi juga masalah semua sektoral meliputi Dinas Pendidikan yang menaungi remaja, DP3AP2KB yang melindungi anak," tegasnya.

"Sebenarnya aku lebih terkejut karena aku kira remaja gak bakal ada yang mau ngaku kalau sudah berhubungan seksual."

"Tapi ternyata mereka jujur, aku salut! Ini bisa ngebantu kita mengetahui bagaimana gambaran sikap remaja mengenai perilaku seks," akunya kepada Tribun-Bali.com dikonfirmasi belum lama ini. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved