5 Dari 10 Remaja Bali Aktif Berhubungan Intim, Begini Survey Lengkapnya

Survey ini ditujukan untuk mengetahui gambaran remaja dewasa ini dalam memandang sebuah kegiatan seksual.

5 Dari 10 Remaja Bali Aktif Berhubungan Intim, Begini Survey Lengkapnya
Ilustrasi
Ilustrasi seks pra nikah 

Nah, 10,28 persen diantaranya pernah melakukan aborsi.

"Secara detail, 33 persen pakai jamu/obat, 15 persen melalui tenaga medis dan 1 persen memakai jasa dukun," papar wanita yang juga pengerak Youth Center of IPPA Bali ini.

Hal ini tentu, kata Wulan menjadi hal yang cukup memprihatinkan lantaran dari sebanyak 13.319 kasus HIV/AIDS pada tahun 2015, sebanyak 264 diantaranya diderita oleh remaja berusia 15 hingga 19 tahun.

Terakhir, data penderita kasus HIV/AIDS yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Bali di tahun 2018 bertambah hingga mencapai 19.683 kasus.

Prihatin akan hal itu, Wulan berharap adanya atensi dan kerjasama kolaborasi antar lintas stakeholder untuk mencegah hal ini.

Hal-hal yang dipandang perlu segera dilakukan mulai pemberian pendidikan kespro da seksual yang komprehensif kepada siswa sekolah baik melalui integrasi kurikulum maupun ekstrakulikuler.

"Pendidikan kespro seksual juga perlu melibatkan keluarga hingga ke ranah kurikulum pendidikan. Masalah kespro bukan hanya masalah dinas kesehatan atau LSM saja, tetapi juga masalah semua sektoral meliputi Dinas Pendidikan yang menaungi remaja, DP3AP2KB yang melindungi anak," tegasnya.

Informasi Aborsi Remaja Didapat Via Internet

Komisioner Divisi Hukum dan Advokasi di Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Ni Luh Gede Yastini pun angkat bicara soal fenomena ini.

Menurut dia, minimnya pengetahuan remaja soal hak reproduksi ini memang harus menjadi perhatian serius.

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved