Bali Berpotensi Diguncang Gempa 7,4 SR, ACT Sebut Daerah di Bali Selatan Rawan Terjadi Likuifaksi

Bali Berpotensi Diguncang Gempa 7,4 SR, ACT Sebut Daerah di Bali Selatan Rawan Terjadi Likuifaksi

Bali Berpotensi Diguncang Gempa 7,4 SR, ACT Sebut Daerah di Bali Selatan Rawan Terjadi Likuifaksi
Digital Globe | Dongen Geologi [GEOLOGI.CO.ID]
Ilustrasi Likuifaksi. 

Namun yang perlu mendapat perhatian serius dan menjadi kekhawatirannya jika adanya pergerakan titik gempa ke Bali.

"Bali dan Lombok dekat dan masih satu jalur sesar dan potensinya sama dengan Lombok hanya saja di Bali infrastrukturnya lebih baik daripada Lombok," katanya.

Baca: Kronologi Helikopter TNI Ditembak di Papua, Anggota TNI pun Berondong Tembakan dari Helikopter

Sebelumnya, Kamis (6/12/2018) pukul 09.02 Wita, sebagian besar wilayah Lombok dan Bali diguncang gempa bumi tektonik.

Sebagaimana rilis dari BMKG, gempa ini berkekuatan 5,7 SR dan telah dimutakhirkan menjadi 5.3 SR

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,5 LS dan 116,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km arah barat laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 km.

Berdasarkan lokasi episenternya, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan akibat gempa ini dirasakan di daerah Lombok Utara dalam skala intensitas VI MMI, Lombok Barat dan Mataram V MMI, Lombok Tengah dan Lombok Timur IV MMI, Denpasar III-IV MMI, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua dan Sumbawa III MMI, Karangasem, Singaraja dan Kuta II-III MMI.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 09.11 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved