BDF 2018 Diikuti 470 Peserta Berbagai Negara, Tahun Ini Angkat Tema Kemakmuran Rakyat

Pertemuan Bali Democracy Forum ke-11 tahun 2018 akan berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh 92 negara dan 7 organisasi internasional

BDF 2018 Diikuti 470 Peserta Berbagai Negara, Tahun Ini Angkat Tema Kemakmuran Rakyat
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana Prescon BDF 2018 di BNDCC, Bali, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pertemuan Bali Democracy Forum ke-11 tahun 2018 akan berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh 92 negara dan 7 organisasi internasional dengan total 470 peserta, di BNDCC, Nusa Dua, Kamis (6/12/2018).

Dalam dua hari ini akan dibahas secara komprehensif mengenai demokrasi untuk kemakmuran rakyat.

Menteri Luar Negri Retno Marsudi mengatakan, kegiatan Bali Democracy Forum tidak bertujuan untuk menunjukkan Indonesia sebagai Champion of Democracy, namun menjadikan forum bersama ini sebagai forum bagi negara-negara untuk saling bertukar pengalaman dan saling belajar.

"Intinya kunci kesuksesan demokrasi adalah inklusifitas demokrasi yang dapat diakses dan dinikmati oleh semua pihak, tidak ada yang dimarjinalkan karena kohesi sosial terbentuk untuk mendukung kesejahteraan. Saya ingatkan kembali BDF ini adalah forum untuk saling berbagi pengalaman atau sharing best practices untuk memajukan demokrasi, karena tidak ada negara demokrasi yang tidak rentan terhadap kemunduran. Untuk itu keberlangsungan demokrasi harus terus dipertahankan melalui saling belajar dan membangun kolaborasi yang kuat antar sesama negara demokrasi," jelasnya.

Penyelenggaraan BDF tahun ini memasuki tahun pertama untuk dua dekade.

Sudah 10 tahun berlalu dan memasuki 10 tahun berikutnya.

Pihaknya sengaja memberikan ruang dan waktu lebih untuk melakukan diskusi secara interaktif lebih banyak.

"Selama 10 tahun pertamanya, BDF telah menciptakan kontribusi Indonesia terhadap kemajuan nilai-nilai demokrasi pluralisme dan modernisasi, baik di kawasan Asia Pasifik maupun dalam tataran Global. Kedepannya akan tetap konsisten mempromosikan nilai-nilai demokrasi," ujarnya.

Dengan mengambil tema Democracy for Prosperity, ia mengaku ada tantangan-tantangan baru, namun dengan BDF ini pemerintah Indonesia terus berupaya menunjukkan demokrasi merupakan alat untuk menghilangkan ketimpangan mereduksi kesenjangan, dan juga memberikan kesempatan untuk kemajuan ekonomi dan politik secara seimbang.

"Dalam rangka memajukan kemakmuran rakyat itulah maka untuk tahun ini kita mengambil tema tersebut," ujarnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved