BPJS Ketenagakerjaan Ajak Perusahaan Tingkatkan Latihan K3 Umum Demi Menghindari Risiko Kerja

BPJS Ketenagakerjaan Banuspa mengajak perusahaan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) umum

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Perusahaan Tingkatkan Latihan K3 Umum Demi Menghindari Risiko Kerja
Istimewa/BPJS Ketenagakerjaan
Suasana Pelatihan K3 Umum oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BPJS Ketenagakerjaan Banuspa mengajak perusahaan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) umum.

Guna mengantisipasi risiko kecelakaan kerja.

Hal ini penting dalam perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja dalam mengemban tugasnya sehari-hari.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Banuspa, Sang Made Sumadi A., menyebutkan ada sekitar 120 kasus kecelakaan kerja di Bali selama 2018, baik itu yang fatal maupun sembuh sendiri dengan perawatan.

“Tapi tren kecelakaan kerja ini menurun jika dibandingkan 2017, seiring meningkatnya kepedulian perusahaan terhadap keselamatan tenaga kerjanya,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun  Bali, Kamis (6/12/2018).

Untuk itu, lanjut dia, guna menciptakan kondisi lingkungan kerja aman dan sehat, maka BPJS Ketenagakerjaan Banuspa menggelar pelatihan K3 umum.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan, melalui tanggung jawab sosial lingkungan terhadap risiko yang diterima oleh pekerja ketika mereka beraktivitas di lingkungan kerja,” katanya.

"Pelatihan K3 umum untuk memberikan bekal pengetahuan K3 bagi semua pekerja, terutama bagi pekerja yang berhubungan langsung dengan proses yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu pelatihan telah dilakukan, dan diikuti 100 orang peserta dari 100 perusahaan terpilih yang memiliki klasifikasi tertib administrasi, tertib iuran dan yang memiliki klaim kecelakaan kerja tertinggi di Bali, termasuk menggunakan fasilitas pusat layanan kecelakaan kerja di rumah sakit kerja sama.

Harapannya, perusahaan bisa membudayakan K3 di lingkungan kerja masing-masing.

Kemudian, antara BPJS Ketenagakerjaan dengan perusahaan, pengusaha dan pemerintah daerah kian meningkatkan kepedulian untuk melindungi pekerja dari risiko kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratmi, mengatakan dengan pelatihan K3 diharapkan di setiap tempat kerja dan lingkungan masyarakat umum terlindungi, sehingga bisa mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved