Penampakan Kelompok Egianus Kogoya di Papua, Acungkan Senjata di Puncak Gunung Dan Katakan Ini

Beredar video pernyataan dari Panglima Daerah TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) Makodap III Ndugama Egianus Kogeya

Penampakan Kelompok Egianus Kogoya di Papua, Acungkan Senjata di Puncak Gunung Dan Katakan Ini
Facebook Lewis Prai
Penampakan Kelompok Egianus Kogoya di Puncak Gunung Papua 

TRIBUN-BALI.COM - "Tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun di seluruh pelosok tanah air. Kita tak akan pernah takut. Kejadian ini membuat tekad kita semakin membara untuk melanjutkan tugas besar membangun Tanah Papua," demikianlah petikan pernyataan Presiden Indonesia Joko Widodo terkait aksi pembantaian yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada para pekerja PT Istaka Karya.

Presiden telah menugaskan Panglima TNI dan Wakapolri untuk berangkat ke Papua untuk menyelidiki dan menuntaskan permasalahan ini.

Beredar video pernyataan dari Panglima Daerah TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) Makodap III Ndugama Egianus Kogeya (Kogoya) yang mengatakaan akan terus berjuang memerdekakan Papua Barat.

Dalam video yang beredar di linimasa media sosial itu, Ia dan beberapa anggotanya tampak mengacungkan senjata laras panjang dan handgun.

Melalui halaman facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Panglima Daerah TPNPB Makodap III Ndugama Egianus Kogeya (Kogoya) menyatakan bertanggung jawab terhadap penyerangan pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi dan Pos TNI Distrik Mbua melalui komandan operasinya.

Sejak 2 Desember 2018 dibawah pimpian komandan operasi Pemne Kogeya telah lakukan oprasi di Kali Aworak, Kali Yigi dengan sasaran operasi pekerja pembangun kembatan Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua.

“ Ya benar Operasi di Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua kami yang lakukan dan kami siap bertanggung jawab penyerangan ini,” ujar Pemne Kogeya.

Pemne Kogeya ODAP III Ndugama mengungkapkan, “Lebih dari tiga bulan kami lakukan pemantauan dan patroli terhadap pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi dan Pos Mbua, kami sudah secara lengkap mempelajari pekerja di Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua adalah murni anggota TNI (ZIPUR).” 

Egianus menegaskan, “Sasaran serangan kami tidak salah kami tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa dan mana pekerja anggota TNI (ZIPUR). Walaupun mereka berpakaian sipil atau preman. Kami juga siap bertanggung jawab terhadap penyerangan POS TNI Distrik Mbua.”

Bahkan TPNPB menantang TNI Polri untuk berperang secara terbuka dengan pihaknya. 

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved