400 Ribu Kendaraan di Bali Belum Bayar Pajak, Bapenda Berharap Masyarakat Manfaatkan Pemutihan

Dari jumlah angka kendaraan sebanyak 3,9 juta tersebut, yang menjadi potensi dalam pengenaan pajak aktif hanya sekitar 3,1 juta

400 Ribu Kendaraan di Bali Belum Bayar Pajak, Bapenda Berharap Masyarakat Manfaatkan Pemutihan
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Dari kiri ke kanan, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali, Huntal Paruhan Simanjuntak; Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra; Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, I Made Santha; dan Kasubdit Redigen Ditlantas Polda Bali, Ricko Taruna, saat melakukan jumpa pers di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Bali pada Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Secara historis ternyata kendaraan bermotor di Bali sudah mencapai angka 3,9 juta.

Data historis ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, I Made Santha, yakni data ketika kendaraan tersebut tercatat di Bali dan lahir sebagai kendaraan baru dan sudah ada sejak lama.

Kendaraan ini bisa saja sudah ada yang pindah ke daerah lain atau sudah tidak beroperasi karena tak layak.

Santha menjelaskan, kendaraan semacam ini datanya tidaklah dihapus karena setiap kendaraan harus diketahui riwayat kelahiran, dan datanya sangat dibutuhkan ketika ada tindakan menyimpang.

Dari jumlah angka kendaraan sebanyak 3,9 juta tersebut, yang menjadi potensi dalam pengenaan pajak aktif hanya sekitar 3,1 juta.

"Terus kemana kendaraan yang 3,9 juta? Ada yang sudah pindah keluar Bali, ada yang hilang dan ada yang rusak berat. Saya saja punya dua biji kendaraan yang rusak berat. Sekarang kendaraan itu saya ikat di bawah pohon nyambu," kata Santa ketika melakukan jumpa pers di kantornya bersama Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali, Huntal Paruhan Simanjuntak, dan Kasubdit Redigen Ditlantas Polda Bali, Ricko Abdillah Andang Taruna pada Kamis (6/12/2018).

Santha menjelaskan, kendaraan seperti itulah yang masih tercatat di data base sehingga tidak semua kendaraan menjadi potensi wajib pajak.

Dikatakannya, bisa saja kendaraan tersebut menjadi potensi pajak aktif apabila kendaraan tersebut diregistrasi ulang dan dioperasikan lagi oleh pemiliknya.

Sedangkan dari 3,1 juta kendaraan yang tercatat sebagai pajak aktif, sebanyak 2,7 juta sudah menyelesaikan kewajibannya.

"Berarti masih ada 400 ribu kurang lebih (kendaraan yang masih nunggak pajak)," jelasnya.

Oleh karena itu, Santha berharap dalam pelaksanaan pemutihan kendaraan yang akan berakhir pada 14 Desember 2018 mendatang, masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik.

"Mudah-mudahan berbagai strategi yang kami lakukan dari jajaran, yang melayani pelayanan prima ini dan dengan semangat, mudah-mudahan bisa diselesaikan," pungkasnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved