Hasil Analisis IAGI Terkait Potensi Likuifaksi di Bali Selatan, Begini Kajiannya

Adanya sesar Bali Flores yang aktif, menyebabkan Bali berpotensi dilanda gempa dan tsunami.

Hasil Analisis IAGI Terkait Potensi Likuifaksi di Bali Selatan, Begini Kajiannya
Tribun BAli/Prima
Ilustrasi gempa bumi di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Adanya sesar Bali Flores yang aktif, menyebabkan Bali berpotensi dilanda gempa dan tsunami. 

Melansir dari hasil kajian ilmiah dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia ( IAGI ) menyebutkan, pengetahuan stratifikasi bawah permukaan dan sifat keteknikan diperlukan dalam pembangunan infrastruktur dan mitigasi bahaya geologi di daerah yang rawan gempa bumi di Bali Selatan.

Keberadaan lapisan pasir – lanau pada cekungan dataran alluvial di Bali dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bahaya likuifaksi dan penurunan tanah akibat gempa bumi.

Baca: Melihat Potensi Fenomena Likuifaksi di Bali, Akankah Seperti Kejadian di Palu?

IAGI merinci, untuk menentukan zona kerentanan likuifaksi di wilayah ini dilakukan pengujian Cone Penetration Test (CPT) dan bor teknik.

Melalui analisa potensi likuifaksi dan penurunan dengan mempertimbangkan nilai percepatan getaran tanah maksimum (p.g.a) sebesar 0,35 g, dan magnitudo gempa bumi sebesar 7,2 SR dan muka airtanah setempat.

Dari hasil analisis di daerah ini menunjukkan bahwa lapisan tanah pasir lanau di hampir semua titik pengujian akan mengalami likuifaksi dan penurunan akibat beban gempa.

Zona likuifaksi terkonsentrasi di bagian tengah – timur daerah studi pada kedalaman kisaran 0,2 – 12 m.

Sedangkan konsentrasi penurunan yang tinggi terutama di Pendungan, Serangan , Pelabuhan Benoa, dan Tanjung Benoa.

Dengan demikian, potensi bahaya likuifaksi di lokasi-lokasi ini perlu mendapat perhatian dalam upaya mengurangi bencana gempa bumi di wilayah ini.  ( Kajian ilmiah IAGI )

Seperti dilaporkan sebelumnya, Bali berpotensi dilanda gempa dan tsunami dikarenakan adanya sesar Bali Flores yang aktif sama dengan sesar yang ada Palu Koro di Sulawesi.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved