Suka Makan Alpukat? Inggris Batasi Warganya Konsumsi Alpukat Karena Alasan Ini

Pernyataan itu direspons beragam. Sebagian meminta agar restoran juga melarang bahan-bahan seperti daging dan almond.

Suka Makan Alpukat? Inggris Batasi Warganya Konsumsi Alpukat Karena Alasan Ini
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Tak bisa dipungkiri, alpukat termasuk buah yang bercita rasa lezat dan bernutrisi tinggi.

Dalam buah alpukat terdapat kandungan vitamin C, E, K, asam folat, serta potasium.

Baca: Kejuaraan Bali Hope SwimRun 2018 Akan Berlangsung di Nusa Lembongan

Baca: Penjelasan Medis Tentang Pria Yang Sering Mimpi Basah Hingga Ejakulasi

Baca: Kadek Vany Terpilih Sebagai Direktur YLBHI-LBH Bali Periode 2018-2022

Baca: Hati-Hati, Benjolan di Leher atau di Belakang Telinga Ini Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius

Buah ini juga mengandung lemak sehat dan serat. Dalam 100 gram buah alpukat, terdapat sekitar 160 kalori dan dianggap sebagai sumber lemak yang sangat tinggi.

Faktanya, 77% kalori dari alpukat berasal dari lemak.

Namun tak banyak yang tahu, kandungan lemak tersebut menyehatkan untuk mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Tak hanya itu, mengonsumsi alpukat adalah cara lezat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat.

Alpukat mengandung vitamin dan mineral, termasuk vitamin E, magnesium, vitamin C, folat, dan seng.

Selain itu, alpukat juga kaya akan sterol yaitu senyawa yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dengan menghalangi penyerapan ke dalam aliran darah.

Namun bagi penyuka Alpukat mungkin harus sedikit kecewa ketika berjalan-jalan ke Inggris. Pasalnya, sejumlah restoran di negeri Ratu Elizabeth itu mencoret alpukat dari daftar menunya.

Dilansir Reuters, Rabu (5/12/2018), alasan alpukat dihilangkan dari daftar menu terkait dengan permasalahan lingkungan.

Halaman
123
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved