Bayi 13 Bulan di Badung Hanyut Masuk Ke Gorong-gorong Bersama Sepedanya

Sontak warga terkejut lantaran balita yang didampingi kakak sepupunya itu jatuh ke sungai dan masuk ke gorong-gorong

Bayi 13 Bulan di Badung Hanyut Masuk Ke Gorong-gorong Bersama Sepedanya
Tribun Bali / I Komang Agus Aryanta
Seorang warga saat menunjukkan lokasi kejadian bayi yang hanyut di Banjar Munggu, Desa Gulingan, Mengwi Badung, Bali pada Sabtu (8/12/2018) 

TRIBUN- BALI.COM, MANGUPURA - Seorang bayi yang bernama I Komang Ridi Wiguna (13 Bulan) meninggal usai hanyut di sungai sebelah tempat ia tinggal di Banjar Munggu, Desa Gulingan, Mengwi Badung, Bali pada Sabtu (8/12/2018)

Sontak warga terkejut  lantaran balita yang didampingi kakak sepupunya itu jatuh ke sungai dan masuk ke gorong-gorong sepanjang kurang lebih 25 meter.

Menurut informasi yang berhasil di himpun Tribun Bali di Lapangan, saat itu balita yang berasal dari  Banjar Pedahan Kaja, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem itu diajak keluar dengan kakak sepupunya yang berusia 16 tahun.

Ia diajak berjalan-jalan menggunakan sepeda bayi.

Tepat di pinggir sungai, balita itu terpeleset, hingga jatuh bersama sepeda bayinya.

“Tadi sekitar pukul 06.30 wita kejadiannya. Anak itu jatuh karena kakak sepupunya yang mengajak dia, hendak mengambil batu. Setelah mengambil batu adiknya sudah dilihatnya jatuh dan masuk ke terowongan (gorong-gorong),” ujar salah satu warga saat di temui di lokasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat itu kondisi air sangat deras, karena terjadi hujan lebat sebelumnya.

Bahkan, menurut sumber Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung pun kewalahan menanganinya, lantaran begitu jatuh anak sudah masuk gorong-gorong yang panjang.

“Proses evakuasi sampai satu setengah jam nike. Soalnya baru jatuh ampun masuk terowongan. Kemungkinan baju anak itu tersangkut di sepedanya, makanya sepedanya juga ikut hanyut,” ujarnya.

“Anak itu meninggal saat di dapatkan tim BPBD, dan sekarang dibawa ke rumah sakit umum Mangusada Kapal,” tambahnya.

Ditemui di Rumah Sakit Umum Mangusada, tepatnya di ruang jenazah, kakak kandung korban, Putu membenarkan kejadian itu.

Namun ia tidak mengetahui pasti kejadiannya.

“Ten uning tiang, tiang waktu nike mau sekolah (Tidak tau saya, saya waktu itu mau ke sekolah),” jelasnya.

Anak sulung dari pasangan I Made Widiarti dan Ni Komang Sri pun mengaku akan menyemayamkan adiknya dengan pulang ke Karangasem.

“Bapak dan kakak sepupu saya masih di Polsek, nanti rencananya kami akan pulang ke Karangasem,” tungkasnya (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved