Miliki Tembakau Sintetis 2,64 Gram Dituntut 7 Tahun Penjara, Matius Mohon Keringanan

Melalui pembelaan lisan Dody memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukum ringan terhadap Matius

Miliki Tembakau Sintetis 2,64 Gram Dituntut 7 Tahun Penjara, Matius Mohon Keringanan
Tribun Bali/Putu Candra
Matius Arif usai menjalani sidang di PN Denpasar kasus penyalahgunaan narkoba. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dody Arta Kariawan selaku penasihat hukum terdakwa Matius Arif (36) langsung menanggapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Melalui pembelaan lisan Dody memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukum ringan terhadap Matius.

Pihaknya beralasan, terdakwa Matius telah mengakui serta menyesali perbuatannya.

Di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin, jaksa menuntut Matius dengan pidana penjara selama tujuh tahun.

Terdakwa yang bekerja sebagai sekuriti ini dituntut pidana, lantaran diduga memiliki narkotik, berupa tembakau sintetis seberat 2,64 gram netto.

Sementara di sisi lain, menanggapi pembelaan lisan terdakwa melalui penasihat hukumnya, jaksa menegaskan tetap pada tuntutan yang telah diajukan.

"Kami tetap pada tuntutan," tegas Jaksa Cokorda Intan Merlany Dewie kepada majelis hakim pimpinan Made Purnami.

Usai para pihak saling menanggapi, sidang ditunda.

Sidang kembali dilanjutkan pekan depan, mengagendakan pembacaan amar putusan oleh majelis hakim.

Jaksa Cok Intan dalam pembacaan surat tuntutan menyatakan, secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved