Bencana Tanah Longsor di Gianyar

Musibah Longsor di Gianyar Si Bungsu Nyoman Anggara Ditemukan di Spring Bed, Ayah Kritis

Setelah memakan waktu sekitar 7 jam, empat korban tewas dalam musibah tanah longsor di Jalan Pratu Made Rambug Gang Taman Beji 4 Banjar Sasih

Musibah Longsor di Gianyar Si Bungsu Nyoman Anggara Ditemukan di Spring Bed, Ayah Kritis
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Proses evakuasi korban tanah longsor di Banjar Sasih,Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (8/12/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Setelah memakan waktu sekitar 7 jam,  empat korban tewas dalam musibah tanah longsor di Jalan Pratu Made Rambug Gang Taman Beji 4 Banjar Sasih Desa Batubulan, Kabupaten Gianyar, Sabtu (8/12) pagi, akhirnya tuntas dievakuasi.

Tim evakuasi melibatkan ratusan personel yang berasal dari Basarnas, BPBD Gianyar, kepolisian, dinas kesehatan dan instansi terkait lainnya menemukan para korban di lokasi yang berdekatan.

Mereka tertimbun reruntuhan bangunan rumah yang longsor ke sungai di belakangnya, akibat gerusan arus air setelah hujan lebat melanda pada dini hari.

Kepala Basarnas Provinsi Bali, I Ketut Gede Ardana yang turut mengevakuasi korban mengatakan pihaknya tuntas mengangkat para korban sekitar pukul 13.30 Wita.

Made Oktara Dwi Paguna (30) yang merupakan kepala keluarga dari mereka yang tertimbun, berhasil dievakuasi pertama kali.

Proses evakuasi korban tanah longsor di Banjar Sasih, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (8/12/2018)
Proses evakuasi korban tanah longsor di Banjar Sasih, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Sabtu (8/12/2018) (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Sebelumnya diinformasikan dia meninggal, namun ternyata masih dalam kondisi kritis dan kini masih dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.

Oktara, menurut Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, AA Gde Oka Digjaya, diketahui mengalami luka berat pada bagian kepala. Ia sempat dibawa ke RS Dharma Yadnya. Namun karena lukanya parah, ia akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah.

Satu korban kedua ditemukan pada pukul 10.30 Wita; korban ketiga dan keempat (ibu dan seorang anak) ditemukan pukul 12.30 Wita; dan terakhir korban kelima ditemukan pukul 13.28 Wita. Semua ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Lokasi para korban ditemukan tidak berjauhan, dan berada di sekitar spring bed serta almari.

"Korban meninggal pertama ditemukan pada pukul 10.30 Wita, yakni seorang anak. Muncul yang kedua pada jam 12.30 Wita, keduanya anak dan ibu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia juga.

Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved