Ketika Kota Jadi Subjek Sebuah Cerita

Dialog Sastra #63 memperbincangkan buku Kota-kota Kecil yang Diangan dan Kujumpai karya Raudal Tanjung Banua

Ketika Kota Jadi Subjek Sebuah Cerita
Tribun Bali/I Putu Supartika
Dialog Sastra #63 bertajuk Kota Rekaan dan Nyata dalam Karya Sastra di Bentara Budaya Bali, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Minggu (9/12/2018) kemarin, bertempat di Bentara Budaya Bali digelar Dialog Sastra #63 bertajuk Kota Rekaan dan Nyata dalam Karya Sastra.

Dalam dialog sastra kali ini memperbincangkan buku Kota-kota Kecil yang Diangan dan Kujumpai karya Raudal Tanjung Banua.

Dialog tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Made Adnyana Ole dan penulisnya sendiri, Raudal Tanjung Banua.

Made Adnyana Ole mengatakan dirinya lebih menyukai karya cerpen Raudal yang membahas tentang tokoh-tokoh kecil daripada cerpen dalam kumpulan kota kecil ini.

Akan tetapi menurutnya keunggulan cerpen yang ada dalam buku Kota-kota Kecil yang Diangan dan Kujumpai ini terletak pada detail yang bahkan tidak dimiliki oleh sebagian wartawan.

"Wartawan bisa belajar detail dari cerpen ini. Ada sejarah bagaimana warga menciptakan kota. Bahkan saya sebagai mantan wartawan kurang peka terhadap detail seperti ini," kata Ole.

Bahkan menurut Ole, dalam cerpen ini fakta yang ada ditulis dengan imajinasi.

Fakta dihubungkan dengan imajinasi.

"Raudal menggali data-data dari setiap kota yang dikunjungi. Sumbernya digali dari orang-orang pinggiran seperti penambal ban, pemelihara kerbau sehingga ada rasa yang berbeda," imbuhnya.

Akan tetapi pembaca tidak akan menemukan konflik sebagaimana bangun sastra cerpen sesungguhnya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved