Berita Banyuwangi

‎Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Stok Beras Banyuwangi Capai 71 ribu Ton

Sementara tingkat konsumsi masyarakat pada periode Januari-November hanya sebesar Rp. 148.264 ton.

‎Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Stok Beras Banyuwangi Capai 71 ribu Ton
Istimewa
Bupati Banyuwangi meninjau ketersediaan bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Menjelang Natal dan Tahun Baru stok bahan pangan di Banyuwangi aman. Ketersediaan beras, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, hingga elpiji dalam jumlah yang mencukupi. Bahkan stok beras mencapai 71.000 ton.

Kepala Bulog Subdivre V Banyuwangi, David Susanto, saat ini stok beras yang ada di Gudang Bulog sebanyak 71.000 ton. Jumlah ini, kata dia, cukup untuk kebutuhan menjelang Natal dan tahun baru yang biasanya permintaan meningkat.

“Kalau dari stok yang ada, itu cukup, bahkan untuk kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan. Beras yang ada di kami, terdiri dari beras medium dan premium,” kata David.

Dari pantauan Bulog, harga beras di Banyuwangi masih stabil. Meski ada sedikit kenaikan, namun masih wajar karena tetap dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Beras medium HET Rp. 9.450, di pasaran masih dijual Rp. 9.000/kg. Sementara beras premium HET nya Rp. 12.500, dijual Rp. 12.000/kg,” jelasnya.

Selain beras, Bulog juga masih memiliki stok komoditas strategis lain. Di antaranya gula pasir sebanyak 1.350 ton, tepung terigu 4.200 kilogram, dan minyak goreng 3.600 liter. Semua komoditas tersebut, telah disalurkan lewat operasi pasar (OP) yang telag digelar rutin sejak awal 2018.

“OP terus kami gelar sepanjang tahun ini untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, termasuk saat menjelang Natal dan Tahun Baru nanti. DI OP, gula dijual Rp. 10.000/kg, tepung terigu Rp. 7.500/kg, dan minyak goreng Rp. 11.500/liter,” kata David.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setyawan menambahkan, jumlah stok beras di Banyuwangi mencukupi. Hingga Bulan November 2018 ini, produksinya sebesar 777.868 ton gabah kering giling atau setara dengan 485.588 ton beras.

Sementara tingkat konsumsi masyarakat pada periode Januari-November hanya sebesar Rp. 148.264 ton.

“Terjadi surplus beras 337.314 ton sepanjang 2018 ini. Surplus ini akan terus bertambah seiring dengan musim panen pada Bulan Desember ini. Jadi, stok beras kita cukup, bahkan hingga satu tahun ke depan,” ujar Arief.

Halaman
12
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved