Pasar Murah Kota Denpasar Masih Gunakan Kantong Plastik, Begini Tanggapan Disperindag

Setiap warga yang berbelanja di tempat tersebut diberikan kantong plastik sebagai tempat barang belanjaan.

Pasar Murah Kota Denpasar Masih Gunakan Kantong Plastik, Begini Tanggapan Disperindag
Tribun Bali / Putu Supartika
Pedagang di Pasar Murah memberikan barang belanjaan kepada pembeli dalam wadah kantong plastik 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam rangka mengurangi sampah plastik di Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Bahkan saat ini tengah gencar-gencarnya sosialisasi Perda ini di toko modern maupun pasar tradisional.

Dan pada 1 Januari 2019 masyarakat saat berbelanja ke toko modern maupun toko tradisional diwajibkan membawa tas belanjaan sendiri dari rumah.

Selain itu toko modern dan pusat perbelanjaan juga dilarang menyediakan kantong plastik.

Spanduk terkait sosialisasi juga dipasang di beberapa sudut kota.

Namun, di tengah gencarnya sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik ini, ternyata Pasar Murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar masih menggunakan kantong plastik.

Pasar murah ini digelar di Banjar Batur, Ubung, Denpasar, Selasa (11/12/2018).

Setiap warga yang berbelanja di tempat tersebut diberikan kantong plastik sebagai tempat barang belanjaan.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Kabid Metrologi dan Tertib Niaga, Jarot Agung Iswayudi mengatakan pengurangan sampah plastik dilakukan di toko modern dan pasar rakyat.

"Kalau pengurangan sampah plastik mungkin di toko modern dan pasar rakyat. Kalau pasar murah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan masyarakat terutama bahan pokok saja," kata Jarot.

Ia menambahkan bahwa pihaknya memang punya pemikiran pada saatnya nanti tidak menggunakan kantong plastik.

"Kami punya pemikiran saatnya nanti tidak pakai tas kresek. Tapi kayaknya kami masih harus koordinasikan dengan para pelaku usaha yang membantu kami terkait pasar murah," katanya.

Ia juga menambahkan ada beberapa hal yang perlu dipikirkan terkait hal ini.

Semisal daging apakah menggunakan daun atau pengganti lain. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved