BNI Gelar Bali International Trade Talk Show 2018

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar acara Bali International Trade Talk Show 2018

BNI Gelar Bali International Trade Talk Show 2018
Istimewa/BNI
Pemberian Sertifikat Penghargaan oleh Eko Setyo Nugroho, Pemimpin Wilayah Bali, NTB dan NTT kepada Dadi Esa Cipta, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Asisten Direktur Bank Indonesia Perwakilan Bali sebagai narasumber Kegiatan Bali International Trade Talk Show 2018. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar acara Bali International Trade Talk Show 2018.

Acara ini bertujuan sebagai persiapan menyongsong peluang atau tantangan ekonomi di tahun 2019, dan mendukung program pemerintah dalam stabilitas nilai tukar rupiah melalui peningkatan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Bertempat di Ballroom Maya Sanur Resort & Spa, Senin (10/12/2018) lalu, BNI memperkenalkan website Bali Trade Galeri www.balitradegallery.com., yang bertujuan menjembatani eksportir di Indonesia dan importir di luar negeri.

Selain itu, disampaikan pula kondisi ekonomi tahun 2019 kepada lebih dari 100 undangan yang berasal dari kalangan dunia usaha.

Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB & NTT, Eko Setyo Nugroho, mengungkapkan BNI akan mendukung pemerintah dalam meningkatkan cadangan devisa lewat fasilitas trade finance yang mudah dan cepat untuk mendorong sektor ekspor.

“Ke depan BNI akan meningkatkan upaya pelatihan, pendampingan dan pengembangan produk dan pricing strategi tidak hanya untuk nasabah corporate, namun juga untuk UMKM yang memiliki potensi ekspor,” ujar Eko, dalam rilis yang diterima Tribun Bali.

BNI berkomitmen mendorong dan mendukung UMKM melakukan kegiatan ekspor.

BNI Trade Center dalam peningkatan Bisnis UMKM dengan tujuan meningkatkan wawasan dan inisiatif usaha berorientasi ekspor bagi UMKM.

Adapun programnya yaitu pengenalan produk dan layanan perbankan, bisnis matching, pelatihan pengenalan ekspor, informasi mengenai pasar internasional dan edukasi pengelolaan keuangan dan digitalisasi dalam transaksi trade.

Lanjutnya, bisnis treasury Denpasar mengalami peningkatan cukup baik, terlihat dari peningkatan transaksi valas dimana volume transaksi tumbuh dari tahun 2017 sebesar 750 juta dolar menjadi 1 miliar dolar pada tahun 2018 (yoy), dan fee based tahun 2018 dari transaksi treasury tumbuh 20 persen dibandingkan tahun 2017.

“Produk unggulan yang selama ini menjadi andalan adalah transaksi fisik dan non fisik yaitu transaksi jual/beli valas dengan berbagai jenis mata uang asing. Selain itu, saat ini kami memiliki produk investasi baru yang menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dibanding tabungan USD dan telah disahkan oleh OJK yaitu Produk Depo Swap,” jelasnya.

Setiap produk yang disiapkan BNI untuk melayani nasabah pada transaksi-transaksi internasional ditopang oleh dukungan jaringan kantor cabang yang terbesar dimiliki oleh bank nasional asal Indonesia.

Saat ini, BNI memiliki kantor di Singapura, Hong Kong, Tokyo – Jepang, Osaka – Jepang, Seoul – Korea Selatan, New York – Amerika Serikat, London – Inggris dan Yangon – Myanmar.

“BNI terus berupaya meningkatkan dan memperbaharui produk-produk layanannya, tidak hanya pada bisnis trade finance, akan tetapi juga transaksi lain yang berhubungan, seperti layanan cash management. Dimana cash management BNI terintegrasi dengan platform digital banking dan kredit korporasi untuk menarik lebih banyak nasabah dan mengembangkan pasar yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan tingkat utilisasi produk,” katanya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved