Mengenal Oma, Infeksi Tersering Pada Balita

Gejala otitis media dapat bervariasi menurut beratnya infeksi dan bisa sangat ringan dan sementara atau sangat berat.

Mengenal Oma, Infeksi Tersering Pada Balita
Dok Ni Putu Rastiti, S.Kep., Ns
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak 

Penulis : Ni Putu Rastiti, S.Kep., Ns, UPT. RSUD Bali Mandara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Otitis media akut (OMA) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum/lapisan membran telinga tengah, dimana terdapat cairan di dalam telinga tengah dengan tanda dan gejala infeksi.

Peradangan akut ini dapat disebabkan oleh bakteri atau virus.

Yang paling sering terlihat ialah : Otitis media viral akut ; Otitis media bakterial akut ; Otitis media nekrotik akut.

Otitis media akut bisa terjadi pada semua usia, tetapi paling sering ditemukan pada anak-anak terutama usia 3 bulan sampai 3 tahun.

OMA dapat disebabkan oleh bakteri piogenik seperti Streptococcus haemolyticus, Staphylococcus aureus, Pneumococcus, Haemophylus influenza, E.coli, Streptococcus anhaemolyticus, Proteus vulgaris, Pseudomonas aerugenosa yang masuk ke dalam telinga tengah, dimana normalnya telinga tengah selalu dalam keadaan steril.

Paling sering terjadi bila terdapat disfungsi tuba eustachii/bagian dalam telinga seperti obstruksi/penyumbatan yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), inflamasi/peradangan jaringan di sekitarnya (eg : sinusitis) atau reaksi alergik (eg : rhinitis alergika).

Bakteri yang umum ditemukan sebagai organisme penyebab adalah Streptococcus peneumoniae, Hemophylus influenzae, Streptococcus pyogenes, dan Moraxella catarrhalis.

Gejala otitis media dapat bervariasi menurut beratnya infeksi dan bisa sangat ringan dan sementara atau sangat berat.

Beberapa tanda khas yang dapat terlihat adalah : Membran timpani/gendang telinga merah, sering menggelembung tanpa tonjolan tulang yang dapat dilihat, tidak bergerak pada otoskopi pneumatic (pemberian tekanan positif atau negatif pada telinga tengah dengan insulator balon yang dikaitkan ke otoskop); dapat mengalami perforasi/robekan ; terdapat otorrhea/keluarnya cairan, bila terjadi rupture/robekan membran timpani.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved