Dinas PU Anggarkan Rp 2 Miliar untuk Peningkatan Jembatan Selulung-Kembangsari

Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Desa Selulung akan segera mendapat penanganan pada tahun 2019 mendatang

Dinas PU Anggarkan Rp 2 Miliar untuk Peningkatan Jembatan Selulung-Kembangsari
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kondisi jalan di jalur Desa Selulung menuju Banjar Kembangsari, Desa Satra, Kintamani. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Desa Selulung, Kintamani akibat terjangan bencana banjir bandang pada bulan Februari lalu, akan segera mendapat penanganan pada tahun 2019 mendatang.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim), penanganan kerusakan jalan telah direncanakan utamanya dilakukan dengan peningkatan jembatan.

Rencana peningkatan jembatan di ruas jalan penghubung antara Desa Selulung dengan wilayah Banjar Kembangsari, Desa Satra, Kintamani kata Sekdis PUPRKim I Made Soma, Rabu (12/12/2018), diusulkan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali sebesar Rp 2 miliar.

Soma mengatakan, peningkatan jembatan di wilayah tersebut merupakan prioritas utama, sebab akses jalan tergolong vital.

“Jalan penghubung itu merupakan akses bagi masyarakat Desa Selulung untuk menjual hasil-hasil kebun mereka ke Pasar Kembangasari Desa Suter. Disamping itu, jalur Selulung-Kembangsari ini merupakan jalan alternatif bagi masyarakat yang hendak menuju Buleleng,” ucapnya.

Soma mengatakan, sejatinya di wilayah tersebut sudah dibangun jembatan dengan luas dua meter.

Namun kondisi jembatan tidak bisa menopang beban besar karena hanya difungsikan bagi pengendara sepeda motor.

Rencana kegiatan senilai Rp 2 miliar yang sudah tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) menurut Soma, juga masih perlu dilakukan kajian teknis sebab tinggi jembatan akan ditingkatkan.

“Intinya masih kami kaji kembali dengan dana Rp 2 miliar itu apakah cukup untuk peningkatan jembatan dengan bentang 20 meter. Peningkatan ini perlu dilakukan mengingat luas sungai di sekitar yang semula kecil, kini mulai melebar. Entah apa sebab pastinya, karena debit air di sungai itu cenderung kecil. Disamping juga agar kuat menopang beban bawaan masyarakat untuk dijual ke pasar,” katanya.

Disinggung mengenai alasan peningkatan jembatan daripada jalan, kata Soma lebih kepada manfaat yang didapatkan masyarakat.

Ia tidak menampik bahwa kondisi aspal di sekitar sudah rusak akibat dihantam banjir bandang hingga dimakan usia.

Selain itu, ruas jalan juga berada di kawasan hutan yang mempercepat kerusakan badan jalan.

Namun ia menegaskan, peningkatan jembatan tidak lain juga merupakan penunjang sebab mampu mengurangi level kemiringan, utamanya bagi masyarakat yang datang dari arah Desa Selulung.

“Mengenai berapa peningkatan ketinggian jembatan masih perlu kami kaji kembali, sehingga level kemiringan jalan bisa berkurang hingga 15 persen, dengan sudut kemiringan 30 derajat. Sedangkan perbaikan jalan, akan kami usulkan secara bertahap. Mudah-mudahan rencana peningkatan jembatan ini bisa terwujud pada tahun 2019,” tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved