Kesadaran Pembayaranan PBB-P2 Masyarakat Kota Masih Minim

Realisasi pajak daerah yang terkumpul jelang akhir tahun 2018 ini disebut-sebut telah melampaui target yang ditentukan

Kesadaran Pembayaranan PBB-P2 Masyarakat Kota Masih Minim
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Anak Agung Gede Trisnawijaya saat ditemui Rabu (12/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Realisasi pajak daerah yang terkumpul jelang akhir tahun 2018 ini disebut-sebut telah melampaui target yang ditentukan.

Namun demikian berdasarkan data per bulan November, empat dari sembilan jenis pajak justru masih dibawah target.

Sekretaris Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Anak Agung Gede Trisnawijaya saat ditemui Rabu (12/12/2018) membenarkan hal tersebut.

Namun ia juga meluruskan dari total keseluruhan pajak yang terkumpul, bilamana dilihat berdasarkan dengan target tahun 2018 dapat dikatakan sudah terlampaui.

“Secara keseluruhan, target pajak daerah yakni Rp 16,2 miliar. Sedangkan pajak daerah yang terkumpul hingga bulan November telah mencapai Rp 19 miliar lebih. Artinya secara global realisasi pajak sudah melampaui target,” ungkapnya.

Disebutkan, pajak daerah secara keseluruhan dibagi dalam sembilan jenis.

Tiga jenis pajak yang masih dibawah target hingga bulan November, diantaranya Pajak Hiburan dari target Rp 5 juta dengan realisasi Rp 3,4 juta, Pajak Reklame dari target 310 juta realisasi Rp 209 juta, Pajak Air Tanah dari target Rp 300 juta realisasi Rp 202 juta, serta Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dari target Rp 4 miliar realisasi Rp 3,135 miliar.

“Target yang tidak tercapai ini akan ditutup dengan realisasi dari lima jenis pajak daerah lainnya yang sudah melampaui target. Seperti Pajak Hotel dari target Rp 120 juta realisasi Rp 185 juta, Pajak Restoran target Rp 1,4 miliar realisasi Rp 2,2 miliar, Pajak Penerangan Jalan target Rp 6 miliar realisasi Rp 6,4 miliar, Pajak Parkir target Rp 3 juta realisasi Rp 7 juta, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),” sebutnya.

Gung Trisna mengatakan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi belum tercapainya sejumlah target pajak daerah.

Salah satunya pertumbuhan ekonomi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved