Berita Banyuwangi

Banyuwangi Dirikan Pabrik Kopi untuk Masyarakat Pekebun Kopi

Pendirian pabrik pengolahan kopi tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pekebun

Banyuwangi Dirikan Pabrik Kopi untuk Masyarakat Pekebun Kopi
Surya/Haorrahman
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendirikan pabrik pengolahan kopi berskala kecil. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendirikan kopi'>pabrik pengolahan kopi berskala kecil.

Pabrik tersebut didirikan di Desa Kalibaru Wetan yang mayoritas warganya merupakan pekebun kopi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko mengatakan, pendirian kopi'>pabrik pengolahan kopi tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pekebun.

Warga yang selama ini hanya menjual buah dan biji kopi kini didorong mengolah kopi dan menjual kopi bubuk.

Dalam hal ini Kemendes PDT yang terus bersinergi dengan daerah untuk meningkatkan perekonomian daerah.

"Bantuan alat pemrosesan kopi ini akan sangat berdampak langsung pada peningkatan kesejateraan petani," kata Yusuf.

Pabrik pengolahan kopi berskala kecil tersebut mendapat bantuan sejumlah peralatan pengolahan dari Kemendes PDT.

Bantuan senilai Rp 1,2 miliar tersebut berupa mesin pengupas kulit buah, pengering kapasitas 5 kuintal, pemisah kulit ari, sortasi (grading), sangrai (roasting), pembubuk (grinder) dan alat penyegel kemasan (sealer).

"Kalau dulu masyarakat hanya menjual dalam bentuk kopi glondongan atau asalan (cherry bean), maka kini bisa menjual dalam bentuk bubuk dalam kemasan. Ini tentunya menambah nilai ekonomis warga," kata Yusuf.

Selain itu, lanjut dia, pemkab juga akan melakukan pendampingan kepada petani.

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved