Pilpres 2019

Setelah Akui Sebar Fitnah Soal PKI, Demi Jokowi La Nyalla Mattalitti Sesumbar Siap Potong Leher

La Nyalla Mattalitti membuat pernyataan yang menggemparkan. Mengaku menjadi penyebar fitnah terhadap Jokowi.

Setelah Akui Sebar Fitnah Soal PKI, Demi Jokowi La Nyalla Mattalitti Sesumbar Siap Potong Leher
tribunnews
Dari kiri: Presiden Joko Widodo (Jokowi), La Nyalla, dan Prabowo Subianto 

Melihat statistik tersebut membuat TKD Jatim juga harus bekerja keras, karena kekalahan Jokowi di Pilpres 2014 cukup telak.

Meskipun begitu, ketua TKD Jawa Timur masih optimis bisa meraih target 70 persen kemenangan Jokowi Ma'ruf Amin di Jawa Timur, dengan tetap melakukan penguatan di berbagai lini, serta konsolidasi yang terus dilakukan.

"Untuk target kita positif bisa raih 70 persen suara di Jawa Timur, tapi tentu ada penguatan di beberapa daerah, terutama di kawasan Madura," ujar Machfud Arifin selaku ketua TKD Jatim Jokowi - Ma'ruf Amin, kepada TribunJatim.com, Jumat (7/12/2018).

Sedangkan, Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jawa Timur untuk Prabowo - Sandiaga Uno di Pilpres 2019 juga tak bisa bersantai-santai untuk kawasan Madura.

Sebab, lumbung suara bagi Prabowo di Pilpres 2014 itu bisa saja lepas jika tidak ditangani dengan benar.

"Tapal Kuda masih (kuat), madura juga gak berpengaruh dengan penggratisan Suramadu, kawasan Pantura juga cukup efektif," jelas Hendro Tri Subiantoro selaku ketua Penggalangan dan Relawan BPP Jatim kepada TribunJatim.com, Senin (10/12/2018).

Apalagi, dua figur utama suksesor Prabowo di Madura yakni mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin yang sekarang ditahan oleh KPK dan La Nyalla Mattalitti yang mulanya mendukung Prabowo kini berpindah mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Saya yakin pengaruh Ra Fuad (Amin) masih ada, tapi tidak seoptimal dulu, sedangkan La Nyalla yang track recordnya terkenal ofensif dan total jika mendukung salah satu calon, kini berada di kubu Jokowi - Ma'ruf Amin," ujar Mochtar W Oetomo selaku pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura kepada TribunJatim.com, Jumat (14/12/2018).

Melihat hal tersebut, Madura tetap menjadi medan pertempuran sengit dan perlu treatment khusus dari kedua pasangan calon yakni Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo - Sandiaga Uno, untuk bisa merebut hati masyarakat kawasan Madura. (*)

Artikel ini ditulis Januar Adi Sagita telah tayang di tribun-jatim.com.

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved