Jalur Kedisan-Terunyan Rawan Banjir, Pipa Pembuangan Air ke Danau Batur Hanya Tiga Dim

Hujan hanya mengguyur satu jam. Namun banjir sudah melanda Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani.

Jalur Kedisan-Terunyan Rawan Banjir, Pipa Pembuangan Air ke Danau Batur Hanya Tiga Dim
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Jalan di Desa Kedisan menuju Desa Terunyan, Kintamani banjir, Sabtu (15/12/2018). Sejumlah kendaraan tampak menerobos genangan air. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hujan hanya mengguyur satu jam. Namun banjir sudah melanda Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani.

Air meluap di dua titik di jalur Kedisan menuju Terunyan, Sabtu (15/12).

Warga sekitar, Jro Mangku Kocap mengatakan, banjir ini memang sudah kerap terjadi saat musim penghujan tiba.

Penyebabnya, pipa saluran pembuangan air menuju Danau Batur tergolong kecil. Di samping itu, tidak adanya saluran drainase atau got.

"Ukuran pipanya hanya tiga dim. Kalau dulu saat terjadi hujan, tidak hanya mengandalkan pipa saja, namun juga tanah kosong warga. Jadi airnya cepat surut. Sedangkan dengan pertambahan penduduk saat ini, biasanya membutuhkan waktu hingga tiga jam agar air benar-benar surut," katanya.

Jalan di Desa Kedisan menuju Desa Terunyan, Kintamani banjir, Sabtu (15/12). Sejumlah kendaraan tampak menerobos genangan air.
Jalan di Desa Kedisan menuju Desa Terunyan, Kintamani banjir, Sabtu (15/12). Sejumlah kendaraan tampak menerobos genangan air. (Tribun Bali/M. Fredey Mercury)

Mangku Kocap menuturkan, tinggi air saat ini mencapai di atas lutut orang dewasa dengan rata-rata ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.

Meski demikian, tidak pernah genangan air sampai masuk kerumah warga.

Mangku Kocap menambahkan, kerap kali saat terjadi banjir, warga berada di depan rumahnya untuk memberitahukan pada masyarakat lain maupun wisatawan yang hendak melintas agar menggunakan jalur alternatif.

Upaya ini dilakukan untuk menghindari mesin kendaraan mati akibat kemasukan air.

"Harapan kami pada dinas terkait agar meninggikan jalur ini. Sehingga masyarakat yang lewat lebih tenang. Toh jalan ini merupakan jalan kabupaten.

Di samping itu, pipa pembuangan juga diperlebar, minimal enam dim agar lebih cepat membuang air," harapnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim) Bangli, I Made Soma belum bisa dikonfirmasi saat dihubungi Tribun bali, Minggu kemarin. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved