Sanksi Beras dan Caru Manca Sata, Desa Kerobokan Buleleng Rancang Pararem Narkoba

Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng, kini sedang merancang pararem untuk pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba

Sanksi Beras dan Caru Manca Sata, Desa Kerobokan Buleleng Rancang Pararem Narkoba
Tribun Bali/Dwi Suputra
Desa Kerobokan Buleleng rancang pararem narkoba. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng, kini sedang merancang pararem untuk pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.

Perarem disusun sebab Desa Kerobokan menjadi satu destinasi wisata di Buleleng.

Ini dirasa rentan menjadi sasaran penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Perbekel Desa Kerobokan, I Putu Wisnu Wardana mengatakan, pihaknya saat ini sedang merancang awig-awig Desa Pakraman (Sukerta Tata Pawongan) untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan sejenisnya.

Dalam rancangan perarem, terdapat ancaman sanksi berupa denda bagi krama (warga) yang diputus bersalah di pengadilan karena terlibat kasus narkotika.

"Rancangan sanksi sedang kami godok. Ada sanksi adat ringan, sedang, dan berat. Sanksi berlaku jika krama diputus bersalah oleh pengadilan. Ya, berlaku bagi semua krama, baik krama mipil, krama tamiu dan tamiu," ujar Putu Wisnu belum lama ini.

Ia merinci, untuk sanksi ringan berdasarkan putusan pengadilan hukuman di bawah lima tahun, krama tersebut wajib melaksanakan pacaruan eka sata di catus pata, sesuai dengan hari yang ditentukan oleh banjar atau desa pakraman.

Sementara untuk sanksi sedang, berdasarkan putusan pengadilan hukuman di atas lima tahun, krama terbukti bersalah wajib melaksanakan pecaruan manca sata di catus pata, dengan tambahan sanksi beras sebanyak satu kilogram dikalikan jumlah krama mipil.

Sedangkan untuk sanksi adat berat, berdasarkan putusan pengadilan hukuman diatas 10 tahun, selain harus melaksanakan pecaruan manca sata, juga ada tambahan sanksi memberikan beras sebanyak satu kilogram kepada seluruh krama desa pakraman.

"Sedangkan jumlah penduduk di Desa Kerobokan ini sebanyak 2.850 jiwa kalikan saja berapa jumlah beras yang harus diberikan kepada pelaku yang terbukti terlibat dalam narkoba," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved